Berita Tanah Bumbu

Kondisi Pemandian Sungai Alut di Tanah Bumbu, Pengunjung Paling Suka Berfoto-foto

Wisata pemandian Sungai Alut di Km 60 Desa Gunung Raya Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanbu, memiliki air yang jernih dan juga segar.

Penulis: Muhammad Fikri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Muhamad Fikri
Foto pengunjung mandi di wisata pemandian sungai Alut, di Km 60 Desa Gunung Raya Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Wisata pemandian Sungai Alut di Km 60 Desa Gunung Raya Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), memiliki air yang jernih dan juga segar.

Bebatuan di aliran sungai air ini nampak jelas masih terlihat, ikan-ikan juga masih leluasa bebas berenang menandakan airnya yang masih terjaga.

Para pengunjung di pemandian ini, nampak bersantai bersama dengan keluarga, ada yang membuka tempat duduk, dan ada pula yang mendirikan terpal.

Terlihat, anak-anak bahkan orang dewasa berenang dengan leluasa di air yang kedalam sekitar lutut orang dewasa itu. Nampak ada pula yang duduk di aliran deras sungai sambil merasakan kejernihan air yang menerpa tubuhnya.

Salah satu pengunjung Asal Desa Batulicin, Fadli mengungkapkan, baru saja mandi dan berfoto-foto di lokasi ini, dirinya datang ketempat ini bersama dengan teman-temannya, mengetahui adanya wisata dari informasi sosial media yakni aplikasi Instagram dan Whatsapp Story.

Baca juga: Pelaku Curanmor di Tanah Bumbu Ditangkap saat Pakai Motor Curiannya, Hilang di Parkiran Masjid

Baca juga: Korban Kebakaran di Kalua Tabalong Terima Bantuan, Mulai Perlengkapan Tidur hingga Sembako

Menurutnya, tempat wisata ini cukup layak dikunjungi karena menyuguhkan keindahan alam, air yang jernih dan juga segar sekali yang tentunya tidak temukan di pusat kota kabupaten ini.

"Untuk kawan-kawan yang ingin cari liburan wisata alami dan air, sangat disarankan berkunjung kesini," ungkapnya

Namun ia menyangka, di tempat ini masih belum terkelola oleh instansi terkait. Menurutnya potensi wisata tempat ini sangat besar, sehingga sangat di sayangkan kalau tidak terkelola.

Ia mengharapkan di tempat ini, adanya beberapa fasilitas pendukung seperti toilet dan tempat berganti pakaian.

"Yang terpenting tempat ganti lah, kan ini wisata air," terangnya.

Sementara itu, diungkapkan oleh Mimin, warga yang menyewakan ban di sekitar lokasi tersebut menyebutkan tempat ini selalu ramai dikunjungi ketika weekend dan hari libur nasional.

Melihat ini, ia dan suaminya membuka penyewaan ban untuk renang, biasanya me

Baca juga: Dua Pelajar SD Kurau Jadi Duta Stunting Cilik, Camat Bangga dan Sebut Kegiatan Pertama di Indonesia

eka menyewakan per jam dengan harga 25 ribu per jamnya. Namun ketika hari biasa bisa sepuasnya karena pengunjung yang datang juga jarang ada ada dengan harga yang tetap sama yakni 25 ribu.

"Kaya hari-hari libur per jam, libur weekend dan libur nasional karena lebih banyak yang datang sekitar 10 hingga 30 orang yang datang, kalau hari biasa tidak menentu," ucapnya.

Ia mengungkapkan di lokasi tersebut, pernah dibuatkan tempat ganti pakaian namun masih sementara sehingga apabila sungai dalam biasanya terbawa arus sungai.

"Juga mengharapkan pengelolaan supaya tempatnya bisa terawat," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhamad Fikri)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved