Pilpres 2024

Ganjar Dinilai Psikolog Sosok Pemimpin Ekstrovert dan Mudah Diterima Masyarakat

Ganjar disebut pemimpin ekstrovert yang supel dengan gaya kepemimpinan energik dan mudah berbaur.

humas pemprov jateng
DIRUBUNG MASSA - Ketua Majelis Pembina Daerah Pramuka Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama sang istri, Siti Atikoh, dirubung massa yang terdiri atas anggota pramuka dan warga di Bukit Tangkeban, Desa Nyalembeng, Pulosari, Pemalang, Rabu (30/8/2023). 


BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Bakal calon presiden (capres), Ganjar Pranowo dinilai memiliki karakter yang menjadikannya mudah diterima masyarakat.

Penilaian itu datang dari Psikolog, Hanna Rahmi. Menurutnya, dari sisi psikologi, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode itu adalah pemimpin ekstrovert yang supel dengan gaya kepemimpinan energik dan mudah berbaur.

Hanna berpendapat, sosok Ganjar Pranowo sebagai pemimpin yang supel dan mudah diterima masyarakat.

Karakter tersebut, kata Hanna, membuat Ganjar dapat dipercaya banyak orang.

“Hal itu yang dapat dijadikan modal dari model kepemimpinannya yang transformasional sehingga mampu meng-influence masyarakat untuk mengikuti beliau,” kata Hanna.

Hal itu diulas Hanna dalam acara bedah buku ‘Hitam Putih Ganjar, Jejak Kepemimpinan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah’ di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta.

Menurut Hanna, sosok pemimpin ekstrovert seperti Ganjar pada umumnya bersikap terbuka dalam segala hal. Sebab itu Ganjar mudah dipercaya oleh masyarakat.

Dari kepribadian ekstrovert juga, Ganjar bisa menjangkau semua kalangan ataupun kelompok masyarakat. Hal ini menjadikan Ganjar dikagumi banyak orang.

“Ganjar mampu ke semua kalangan baik itu muda, tua, laki-laki, perempuan, itu yang membuat seorang Ganjar Pranowo itu disenangi dan dikagumi. Tidak hanya mereka yang berusia dewasa, tapi juga anak-anak, remaja, dan ibu-ibu,” kata Hanna.

Menurut Hanna, karakteristik tersebut menjadi modal berharga bagi Ganjar untuk bisa menjadi pemimpin masa depan yang mampu merangkul seluruh kalangan masyarakat.

“Jadi dari beberapa kelebihan beliau selain dengan gayanya yang lues, dan kemudian beliau punya filosofi jawa ‘Dipangku Mati’ sehingga dia mampu merangkul semua kalangan. Itu modal utama untuk menjadi pemimpin,” pungkas Hanna.

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved