Religi

Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 1 bulan Rabiul Awal bertepatan dengan hari Ahad, 17 September 2023. Umat islam akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal

Editor: Irfani Rahman
istimewa
KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA
Ketua MUI Provinsi Kalsel

MENGACU pada Kalender Islam Hijriah tahun 1445 H yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, tanggal 1 bulan Rabiul Awal bertepatan dengan hari Ahad, 17 September 2023.

Pada bulan ini umat Islam akan merayakan salah satu hari yang sangat spesial. Hari itu adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Tahun ini, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau 12 Rabiul Awal akan jatuh pada Kamis, 28 September 2023.

Maulid artinya kelahiran. Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Sebenarnya pada tanggal 12 Rabiul Awal itu ada tiga peristiwa yang terjadi bersamaan, namun berbeda tahun tentunya, yaitu kelahiran beliau, hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah dan wafat beliau. Namun yang ditonjolkan oleh umat Islam adalah kelahiran beliau. Umat Islam sepertinya melupakan bahwa pada tanggal tersebut adalah juga hari wafat beliau.

Bila tanggal 12 Rabiul Awal tiba umat Islam selalu menonjolkan hari lahir beliau, dalam syair-syair maulid, kita ambil contoh maulid diba, pengarangnya mengatakan, “Ketika Nabi dilahirkan arasy berguncang karena riang dan gembira, malaikat gemuruh mengucapkan tahlil (zikir), tamjid (pengagungan), wastibsyara (kegembiraan).

Disebutkan dalam riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan, beliau keluar dari rahim ibunya dalam keadaan sujud. Setelah beliau dilahirkan, beliau yang masih bayi itu diambil oleh kakek beliau Abdul Mutallib. Beliau dibawa dengan digendong oleh Abdul Mutallib ke samping Ka’bah. Beliau berkata, “Ini cucuku, menggantikan ayahnya Abdullah yang meninggal ketika beliau masih berumur dua bulan di dalam kandungan ibunya, Aminah. Abdullah meninggal dalam perjalanan dagang menuju Madinah dan dimakamkan daerah Abuwa dekat Kota Madinah.

Abdul Mutallib senang sekali, ini cucuku menggantikan ayahnya, Abdullah. Iya aku beri nama Muhammad (yang mendapat pujian). Orang-orang yang mendengar ketika itu ada yang bertanya, “Wahai Abdul Mutallib, mengapa cucu tuan ini, tuan beri nama Muhammad. Kami belum mendengar nama ini sebelumnya.” Abdul Mutallib lalu menjawab, “Ku beri nama Muhammad agar dia terpuji di sisi Allah dan terpuji di sisi manusia.” Mengapa Muhammad terpuji, beliau mengatakan, ”Dia terpuji karena diciptakan Allah. Sebaik-baik manusia dari segi akhlak dan dari segi ciptaannya atau puster tubuhnya.

Adalah Nabi Muhammad SAW bikhalfihi ka amami ru’yatin sabatat (Dia melihat di depan dan dia tahu apa yang terjadi di belakangnya), wala yura jilluhu fissyamsi jufitani (Tidak kelihatan bayang-bayangnya di tengah sinar matahari), walayura asarubaulin minhu fi ‘alani (Kalau beliau ada hajat bekas-bekas kotorannya habis di telan bumi), wakalbuhu lam yanam wal ‘ainu na’asat (Hatinya tidak pernah mengantuk walaupun matanya sudah tertidur.”

Demikianlah Nabi Muhammad SAW seperti halnya sebuah cangkir bersih yang terletak di atas meja, bukan seperti tong sampah yang luarnya bersih tetapi di dalamnya terdapat kotoran sampah atau seperti pispot bayi bersih di luarnya walaupun di taruh di atas meja tetapi terasa tetap kotor karena dia tempat kencing anak-anak.

Nabi Muhammad SAW setelah berusia 25 tahun, beliau kawin dengan Siti Khadijah yang kaya raya. Semula Nabi Muhammad SAW membawa barang dagangan Siti Khadijah dalam berdagang, beliau ditemani oleh seorang budak laki-laki Khadijah yang bernama Maisarah. Beliau berdagang berangkat dari Mekkah ke negeri Syam atau Syeria sekarang. Kafilah beliau selalu dinaungi awan sehingga tidak terasa panas. Seorang pendeta Yahudi yang bernama Buhaira bertanya kepada Abdul Mutallib kakek beliau yang membawa beliau. “Siapa anak yang ada di sisi tuan ini.” Abdul Mutallib menjawab, “Anak dari anak saya (artinya cucu).” Mendengar hal itu pendeta Buhaira menyarankan kepada Abdul Mutallib agar Muhammad cepat dibawa pulang ke Mekkah, karena takut diketahui oran-orang Yahudi, sehingga mereka bisa jadi membunuhnya. Mendengar hal yang demikian itu maka kafilah dagang pun pulang ke Mekkah dan singgah di Dusun Bani Najjar yang bernama Abwa, di mana di situ terkubur jasad orangtuanya yang bernama Abdullah.

Keuntungan dagang yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW memperdagangkan barang dagangan Khadijah, membuat Khadijah tertarik. Akhirnya Khadijah meminta agar bisa kawin dengan Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad kawin dengan Khadijah dengan mahar 40 ekor unta dan 12 Ons emas. Beliau berumah tangga dengan Khadijah sampai pada masa usia beliau 35 tahun. Beliau menyendiri di Gua Hira kadang-kadang seminggu, bahkan sampai pernah empat puluh hari dengan perbekalan yang disediakan oleh Khadijah dan beliau tidak lagi berdagang.

Pada suatu ketika datanglah Jibril AS dan berkata, “iqra bismirabbik (Bacalah dengan nama Tuhanmu). Nabi Muhammad SAW menjawab, “Aku tidak pandai membaca.” Lalu jibril menyuruh lagi membaca, “iqra bismirabbikallaji khalaq, allaji khalkal insanamin alaq.” Itulah awal wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, ungkapan tersebut terhunjam dalam benak Nabi Muhammad SAW. Beliaupun turun dari Gua Hira, di tengah perjalanan Jibril menampakkan diri dengan rupa yang asli dan berseru, “ya muhammad anta Rasulullah. Itulah sebagai pengangkatan Nabi sebagai Rasulullah SAW. (*)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved