Berita Tapin

Hiruk Piruk Badandang di Tapin, Kormi Bakal Bentuk Kepengurusan dan Festival

Animo masyarakat di Kabupaten Tapin bermain Badandang (layang-layang besar dengan bunyi khas denung) belakang ini sangat tinggi. 

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
Antusias masyarakat saat menyaksikan permainan layang-layang dandang di kawasan Rantau Baru, Kota Rantau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Animo masyarakat di Kabupaten Tapin bermain Badandang (layang-layang besar dengan bunyi khas denung) belakang ini sangat tinggi. 


Setelah marak digelar di sejumlah tempat di persawahan, permainan tradisional yang tergantung dengan angin selatan ini juga dimainkan di kawasan Rantau Baru, Kota Rantau. 


Fenomena ini pun cukup menarik perhatian, karena diikuti ratusan pelayang , baik dari Tapin sendiri dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagian. 

 


Dikatakan Sekretaris Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Tapin, Hendra Suryadi, menyambut antusias tinggi masyarakat ini, pihaknya berkeinginan membentuk kepengurusan permainan tradisional Badandang. 

 

Baca juga: Pendaki Kelelahan di Jalur Menuju Gunung Halau-Halau HST, Kapolsek BAS Keluarkan Imbauan

Baca juga: Depresi Karena Idap Penyakit, Perempuan Sungai Andai Bnajarmasin Pilih Akhiri Hidup di Seutas Tali


"Mulai tahun ini kita akan kumpulkan orang-orangnya untuk membentuk kepengurusan, terutama mereka yang memang memiliki kemampuan membuat dari awal hingga jadi dan perwakilan dari desa-desa yang aktif," ujarnya, Minggu (1/10/2023). 

 


Berikutnya lanjut Hendra, di tahun akan datang akan digelar festival layang-layang Dandang ini sebagai agenda rutin tahunan. 


Karena selain tradisi ini juga bernilai di masyarakat, juga menjadi sarana hiburan yang menarik untuk di tonton. 

 


Sekilas mengenai Badandang, layang-layang dengan bunyi khas dari ruas bambu ini memiliki keunikan tersendiri. 


Baik itu bentuknya yang rata-rata menyerupai burung, hanya bisa dinaikkan pada momen angin selatan atau saat kemarau.


Tak kalah menarik, harga pembuatannya yang cukup fantastis. Karena bisa mencapai belasan juta rupiah. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri) 
 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved