Religi

Pertemanan karena Allah

SAHABAT fillah adalah satu istilah yang belakangan sering muncul di medsos dan banyak digunakan sebagai sapaan. Namun apa arti sebenarnya?

Editor: Edi Nugroho
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi Berdoa 

SAHABAT fillah adalah satu istilah yang belakangan sering muncul di medsos dan banyak digunakan sebagai sapaan. Namun apa arti sebenarnya?

Merujuk pada buku 17 Menit Sehari bisa Hafal Hadis dan Artinya karya Adnan Rahmadi, kata sahabat menurut etimologinya merupakan bentuk jamak dari sahib yang artinya selalu menyertai dan menemani.

Kata tersebut dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai teman, kawan atau handai.

Sedangkan menurut Syaikh Muhammad Al-Utsaimin dalam buku Syarah Kitab Tauhid (Jilid II), fillah artinya karena Allah. Jadi, sahabat fillah bisa diartikan sebagai pertemanan yang dibangun karena Allah. Lantas apa makna di balik istilah sahabat fillah dalam Islam?

Baca juga: Buah Itu Berupa Keselamatan

Baca juga: Daftar Momentum Istimewa Rabiul Awal Bulan Ketiga dalam Kalender Hijriah, Kelahiran Nabi

Sahabat Fillah dalam Islam bermakna pertemanan yang dibangun karena Allah artinya menjadikan-Nya sebagai nomor satu dalam berbagai kondisi.

Sebagaimana disampaikan Syaiful Anshor dalam buku Sahabat Ajak Aku ke Surga, Rasulullah pernah bersabda: “Tali iman yang paling kuat adalah saling membela karena Allah, memusuhi karena Allah, cinta karena Allah, dan benci juga karena Allah SWT.” (HR. Ath-Thabrani).

Oleh karena itu menurutnya, persahabatan akan semakin kuat dan kukuh apabila dijalin atas dasar kecintaan kepada Allah SWT.

Contohnya kisah pertamanan orang Ansar dan Muhajirin yang diabadikan Allah dalam surat Al-Hasyr ayat 9 yang berbunyi: Orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota (Madinah) dan beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin) mencintai orang yang berhijrah ke (tempat) mereka.

Mereka tidak mendapatkan keinginan di dalam hatinya terhadap apa yang diberikan (kepada Muhajirin). Mereka mengutamakan (Muhajirin) daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak.

Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung.

Baca juga: Amalan Terbaik Rabiul Awal Diungkap Pengajar SIT Nurul Fikri Banjarbaru, Ada Teladan Nabi Muhammad

Berdasar tafsir Kemenag, Muhajirin adalah orang-orang yang terusir dari kampung halamannya di Mekah. Mereka berhijrah bersama Rasulullah ke Madinah demi menolong Allah dan Rasul-Nya.

Sementara kaum Ansar adalah penghuni Madinah yang telah menduduki wilyah itu sebelum Rasul dan kaum Muhajirin datang. Dan pada ayat itu Allah menunjukkan bahwa kaum Ansar menerima mereka tanpa pamrih, lillahi ta’ala. (kumparan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved