Selebrita

Atta Halilintar Sebut Aurel Lahiran Tak Normal, Ini Daftar Kondisi yang Harus Persalinan Caesar

Atta Halilintar bersiap menyambut persalinan Aurel Hermansyah. Ayah Ameena Hanna Nur Atta itu mengaku deg-degan jelang kelahiran anak kedua.

Editor: Murhan
Instagram attahalilintar.
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah jelang kelahiran anak kedua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Youtuber Atta Halilintar bersiap menyambut persalinan Aurel Hermansyah.

Ayah Ameena Hanna Nur Atta itu mengaku deg-degan jelang kelahiran anak kedua.

Penyebabnya, Aurel Hermansyah diragukan untuk persalinan normal.

Keadaan ini membuat Atta Halilintar ikut cemas.

Rencananya kelahiran anak kedua Atta Halilintar tersebut dijadwalkan sepekan lagi.

Lantas Atta Hailintar menyebut Aurel Hermansyah mengaku lebih gugup jelang persalinan keduanya.

Rupanya reaksi sang istri ini membuat kakak Thariq Halilintar ikut panik.

Baca juga: 4 Tips Pernikahan Kedua Berhasil dan Bahagia Seperti Maia Estianty dan Irwan Mussry, Kini 5 Tahun

Apalagi sekarang kondisi perut Aurel juga sudah semakin membesar.

"Lebih deg-degan anak kedua katanya. Makanya aku juga panik," terang Atta Halilintar.

"Makanya kan mestinya hari ini Mama Nur ikut nonton bola, tapi nggak dateng."

"Udah gede banget soalnya, jalannya juga udah susah," sambungnya.

Menantu Ashanty ini lantas berharap proses persalinan istrinya tersebut bisa berjalan dengan lancar.

"Ya kami nyiapin doa, gimana caranya kami sekarang udah prepare. Doain aja semoga lancar," ucap Atta Halilintar.

Atta Halilintar sebut istrinya, Aurel Hermansyah akan menjalani operasi caesar.

Putri Anang Hermansyah ini diperkirakan bakal melakukan persalinan minggu depan.

"Tinggal seminggu lagi nih," ujar Atta Halilintar.

Ayah satu anak ini menambahkan bahwa sang istri harus menjalani operasi caesar.

"Katanya nggak bisa normal, harus caesar," beber Atta Halilintar.

Meski begitu, Atta Halilintar memilih untuk menyerahkan keputusan terkait metode persalinan pada dokter yang menangani istrinya.

"Ya biarin dokter yang putusin harus normal atau caesar," pungkas Atta Halilintar.

Kondisi yang Mengharuskan Ibu Melahirkan Caesar

Sebagian ibu hamil biasanya lebih memilih melahirkan normal ketimbang melalui prosedur operasi caesar.
Namun, ada kalanya operasi caesar benar-benar harus dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi di dalam kandungan.

Pada kebanyakan kasus, operasi caesar ini dilakukan pada bumil yang memiliki masalah kehamilan atau komplikasi.

Lantas, apa saja kondisi yang mengharuskan bumil melahirkan caesar?

Dari Masalah Bayi sampai Plasenta

Ada banyak alasan yang membuat operasi caesar harus dilakukan pada proses melahirkan Si Kecil.

Operasi caesar dipilih dokter ketika kehamilan ibu terlalu berisiko bila melahirkan secara normal.

Lantas, apa saja kondisi yang mengharuskan bumil melahirkan dengan operasi caesar?

Ada banyak sekali alasan medis yang mengharuskan ibu melahirkan bayi dengan prosedur caesar.

Nah, menurut National Institutes of Health operasi caesar dilakukan bila:

Masalah dengan bayi:

  • Denyut jantung tidak normal
  • Posisi abnormal di dalam rahim, seperti melintang atau sungsang.
  • Masalah perkembangan, seperti hidrosefalus atau spina bifida
  • Kehamilan ganda (kembar tiga atau kembar)

Masalah kesehatan pada ibu:

  • Infeksi herpes genital aktif.
  • Fibroid uterus besar di dekat serviks.
  • Infeksi HIV pada ibu.
  • Riwayat operasi sebelumnya pada rahim.
  • Penyakit parah, seperti penyakit jantung, preeklamsia atau eklamsia.

Masalah pada saat persalinan:

  • Kepala bayi terlalu besar untuk melewati jalan lahir.
  • Persalinan yang memakan waktu terlalu lama atau berhenti.
  • Bayi yang sangat besar.
  • Infeksi atau demam selama persalinan.

Masalah dengan plasenta atau tali pusat:

  • Plasenta menutupi semua atau sebagian bukaan jalan lahir (plasenta previa)
  • Plasenta terpisah dari dinding rahim (placenta abruptio)
  • Tali pusat keluar melalui pembukaan jalan lahir sebelum bayi (tali pusat prolaps).

Nah, kondisi-kondisi di atas yang mengharuskan ibu melahirkan dengan prosedur caesar.

Ketahui Risiko dan Komplikasinya

Faktanya melahirkan dengan operasi caesar memang memiliki banyak manfaat.

Prosedur ini bisa menyelamatkan ibu dan janin dari kondisi atau hal-hal yang membahayakan mereka.

Namun, melahirkan dengan prosedur caesar tidak sepenuhnya bebas dari risiko.

Itulah sebabnya, banyak ahli memperingatkan operasi caesar sebaiknya hanya dipilih atau dilakukan bila benar-benar diperlukan.

Mau tahu apa saja sih risiko atau komplikasi dari operasi caesar?

  • Cedera pada saluran kemih.
  • Infeksi kandung kemih atau rahim.
  • Perdarahan yang cukup banyak sehingga membutuhkan transfusi darah.

Operasi caesar juga bisa menyebabkan masalah pada kehamilan selanjutnya, seperti:

  • Plasenta akreta (bagian plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim).
  • Plasenta previa (plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi jalan lahir).
  • Uterus pecah, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mungkin memerlukan transfusi darah atau pengangkatan rahim (histerektomi).

Selain hal-hal di atas, melahirkan dengan prosedur caesar dapat menimbulkan risiko pada bayi.

Misalnya, berpotensi menyebabkan cedera saat pembedahan (sayatan pada kulit bayi) dan gangguan pernapasan (umumnya dialami bayi yang lahir kurang dari 39 minggu kehamilan)

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunlampung.co.id)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved