Pilpres 2024

Ganjar Sindir Dana BPJS Terserap Rp 17,8 Triliun

Ganjar menyebut biaya yang diperlukan untuk melakukan transisi ke ekonomi hijau mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun.

Editor: Kamardi Fatih
TRIBUNNEWS.COM
Calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo di forum Centre for Strategis and International Studies (CSIS), Jakarta, Selasa (7/11/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Bacapres dari PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo memaparkan gagasannya soal ekonomi hijau dalam acara bertajuk Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2023).

Dalam pemaparannya, awalnya, Ganjar menyebut biaya yang diperlukan untuk melakukan transisi ke ekonomi hijau mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun.

"Kalau kita bicara transisi hijau menuju energi baru terbarukan, katakan ya, ini kita kalau mau memperbaiki, mencegah, dan mengurangi kerusakan lingkungan, itu kita pernah hitung angkanya Rp 1.371 triliun," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV.

Namun, di sisi lain, Ganjar mengungkapkan pada tahun ini, buntut dari adanya polusi udara akibat belum maksimalnya ekonomi hijau, dana BPJS terserap hingga Rp 17,8 triliun.

"Pada saat yang sama, hari ini laporan dari BPJS Rp 17,8 triliun itu akibat polusi udara duitnya terserap segitu. Luar biasa ya," katanya.

Ganjar lalu memaparkan idenya terkait penerapan transisi ekonomi hijau menuju energi baru terbarukan (EBT).

Dia optimistis, RI dapat mencapai EBT lantaran emmiliki sumber energi melimpah. "Dari tahun ke tahun kita bisa menaikkan skenario dengan model pencapaian presentasi energi baru terbarukan ini. Jadi mulai air, geotermal, kita punya banyak sekali matahari turah-turah sampai panas sekali, sekarang panasnya lagi top-topnya begitu, kemudian angin, dan seterusnya," katanya.

Ganjar pun mengakui, adanya investasi tinggi jika EBT ini terealisasi. Bahkan, mantan Gubernur Jateng itu sempat menawarkan investasi EBT ke investor-investor mancanegara.

"Nah kalau kemudian kita mau investasi EBT ini mahal sekali. Kemarin saya tawarkan ke investor-investor dunia ke dalam negeri mau nggak kita punya potensi Rp 1.300 triliun Anda untuk investasi," kata Ganjar. (Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved