Berita Tanhlaut

Dinding MIS Hidayatullah di Tanahlaut Runtuh, Kepsek: Sementara Belajar di Rumah

Pasca runtuhnya dinding penyekat dua ruang kelas di MIS Hidayatullah Desa Handil Labuanmas, Kecamatan Bumimakmur, belajar mengajar dilakukan di rumah

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Sarbani untuk BPost
RUNTUH - Beginilah ruang kelas di MIS Hidayatullah di Desa Handil Labuanamas, Kecamatan Bumimakmur, yang runtuh dindingnya serta sebagian lantainya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Runtuhnya dinding penyekat dua ruang kelas di MIS Hidayatullah Desa Handil Labuanmas, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), berimbas terhadap belajar mengajar.

Setidaknya ada empat kelas yang terdampak yakni kelas 1a, 1b, 3a, dan 3b. Sejak dinding penyekat runtuh dan lantainya juga retak memanjang menganga pada Sabtu siang kemarin, otomatis empat kelas ini kehilangan ruangan belajar.

Lalu bagaimana belajar-mengajar murid pada empat kelas itu? "Sementara waktu belajar di rumah karena tidak ada ruangan lain lagi," ucap Sarbani, kepala MIS Hidayatullah, Senin (11/12/2023).

Kebetulan, lanjutnya, pada Rabu pekan tadi ulangan telah selesai dan tinggal menunggu pembagian rapot pada 22 Desember nanti. Setelah itu memasuki masa liburan.

Baca juga: Heboh Dinding Madrasah Runtuh di Bumimakmur Kabupaten Tanahlaut, Begini Penampakannya

Baca juga: Atap Plafon Runtuh, Begini Kisah Heroik Dua Pelajar SMPN 3 Batibati Tala Selamatkan Teman-teman

Meski pascaulangan tidak ada lagi kegiatan belajar-mengajar, namun murid tetap masuk ke sekolah. Setidaknya ada kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti murid.

Hari ini pihaknya juga berencana melakukan pertemuan dengan wali murid dan komite guna mencari solusi terbaik menyikapi kerusakan parah dua ruangan belajar tersebut.

Dikatakannya, bangunan yang yang dindingnya runtuh tersebut dibangun sekitar tahun 2005 silam. Konstruksinya beton dengan lantai sejenis cakar ayam.

Pada gedung itu ada tiga rombongan belajar. Dua rombongan belajar di antaranya dimanfaatkan menjadi tempat belajar empat kelas (disekat) yang kemudian dindingnya runtuh Sabtu siang kemarin.

Baca juga: Warga Tewas Akibat Dinding Pasar Rakyat Tanjung Runtuh, Polres Tabalong Tunggu Ahli Konstruksi

Sehari sebelum dinding runtuh atau Jumat, papar Sarbani, ruangan itu masuk digunakan untuk aktivitas. Namun keesokan harinya (Sabtu) dikosongkan.

"Itu karena pada Jumat tersebut mulai terlihat tanda kurang baik yakni semen pelapis bata pada bagian dinding mulai berguguran," sebut Sarbani.

Sekitar pukul 12.00 Wita dinding di ruangan itu akhirnya runtuh dan lantai pun kemudian juga rusak parah. Saat itu murid telah pulang. Pascaulangan jam pulang memang lebih cepat. (Banjarmasinpost.co.id.Idda Royani)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved