Berita Banjarmasin

Hindari Kerumunan, Saran IDI Kalsel Cegah Covid JN.1

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel meminta masyarakat jangan panik menghadapi lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
HUMAS POLRES TABALONG
ILustrasi: Suasana layanan vaksinasi Covid-19 di Polres Tabalong di Kota Tanjung, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (7/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Selatan meminta masyarakat jangan panik menghadapi lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Langkah terpenting dalam merespons kenaikan virus Corona pascapandemi yakni menerapkan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

“Hal ini penting sekali karena apa pun variannya, 5M ini cukup efektif,” kata Ketua IDI Kalsel Sigit Prasetia Kurniawan, Sabtu (30/12).

Selain itu, IDI mengingatkan masyarakat memperhatikan vaksinasi. Bagi yang belum mendapatkan vaksin penguat atau booster, diharap segera menuju ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga: Malam Tahun Baru di Kalsel Berpotensi Hujan, Intensitas Sedang hingga Lebat

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Bakal Selawatan di Murdjani, Polisi Larang Pesta Kembang Api

Di sisi lain, Sigit mengatakan, pascapandemi banyak anggota masyarakat yang pernah terinfeksi juga mengalami gangguan imunitas. Hal tersebut membuat cenderung terinfeksi penyakit saluran napas lain atau gangguan kesehatan yang bisa terjadi secara bersamaan.

“Demikian halnya bagi kelompok yang kekebalannya cenderung rendah seperti lansia, mereka yang memiliki komorbid, orang dengan sistem imun yang rendah seperti orang dengan HIV/AIDS, autoimun, mengidap kanker dan sedang cuci darah berpotensi bergejala yang lebih berat, sehingga harus benar-benar dapat menjaga imunitas dan menerapkan protokol kesehatan 5M secara ketat,” tuturnya.

Kasus Covid-19 yang saat ini kembali meningkat di Indonesia merupakan varian JN.1, yakni sub-lineage dari Omicron BA.2.86 yang menjadi Variant of Interest (VOI) tersendiri, terpisah dari induknya, yaitu BA.2.86. Varian JN.1 merupakan sub-lineage dari Omicron, sehingga sebagaimana karakteristik dari varian Omicron.

JN.1 memiliki tingkat keparahan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan varian Delta. Namun, memiliki daya penularan yang lebih cepat.

“Walau varian JN.1 memiliki severity level yang relatif dan hospitalisasinya rendah, namun kita tidak boleh meremehkan, namun harus tetap waspada dan terus menjaga imunitas atau daya tahan tubuh kita, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi atau memiliki komorbid penyakit tertentu,” ujarnya.

Baca juga: Penampilan Slank di Batulicin Festival Bius Ribuan Penonton, Nostalgia Yang Dirindukan

Gejala Covid-19 JN.1 tidak terlalu berbeda secara signifikan dibandingkan varian lain. Secara umum, gejala Covid-19 JN.1 termasuk ringan dengan ciri-ciri, seperti flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Rifki)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved