Ekonomi dan Bisnis
Pasokan Lancar Harga Cabai Normal, Cek Harga Cabai Rawit, Kriting hingga Rawit Lokal
Brrikut harga cabai di Pasar Banjarbaru dalam beberapa hari ini. Adapun terpantau harga cabai mulai normal karena pasokan lancar
Penulis: Salmah | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID- Adapun harga cabai membuat gundah para pedagang kuliner karena tingginya harga. Kini di pasaran kembali berangsur normal.
Turunnya harga cabai sejak ketersediaan di pasar lancar, baik didatangkan dari Pulau Jawa dan hasil perkebunan lokal juga hasilnya bagus.
Harga terkini cabe merah besar segar Rp 45 ribu /kg, Cabai Keriting Segar Rp 45 ribu/kg, Cabe Rawit Hijau Segar Rp 30 ribu /kg, cabai rawit lokal Rp 80 ribu/kg, taji Rp 40 ribu, tiung Rp 35 ribu/kg.
Aisyah, pedagang cabai di Pasar Banjarbaru mengatakan, seminggu terakhir ini harga cabe sudah turun dan normal seperti biasanya. Penjualan juga kemali ramai permintaan.
"Saya menyediakan 50 kg aneka cabe habis terjual," katanya.
Baca juga: Kapolri Sumbang 6 Sapi Limosin Untuk Peringatan Haul Guru Sekumpul 2024
Baca juga: Jemaah Haul Guru Sekumpul 2024 Ingin Istirahat, Bisa ke Areal UPPD Samsat Banjarbaru
Tika, pedagang kuliner Dapur Palam Banjarbaru, mengatakan, cabe menjadi kebutuhan pokok bagi para pedagang kuliner, karena harus wajib disediakan sebagai pelengkap sajian.
"Kalau tidak ada cabe penjualan juga jadi sepi, tidak heran harga cabe sangat berpengaruh sekali bagi kami pedagang kuliner," ujarnya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
| Karet Dongkrak Daya Beli Petani, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Harga Ikan Naik, Warga Banjarbaru Beralih ke Daging Ayam |
|
|---|
| Harga Sayur Kembali Normal, Pedagang Kuliner di Banjarbaru Lebih Bernapas Lega |
|
|---|
| Dari Karet hingga Gabah, Komoditas Dongkrak Daya Beli Petani Kalsel Menguat |
|
|---|
| Harga Avtur Naik Berpotensi Dorong Penyesuaian Biaya Umrah, Ini Harapan Perusahaan Travel di Kalsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Penjualan-cabai-Adapun-harga-cabai-kembali-normal-ini-karena-kesediaan-pasokan-lancar.jpg)