Berita Ekonomi
Perekonomian Kalsel Meningkat, Kontribusi Tertinggi Hasil Perpajakan
Kinerja APBN 2023 wilayah Kalimantan Selatan sampai dengan 31 Desember 2023 secara umum meningkat jika dibandingkan periode tahun 2022.
BANJARMASINPOST.CO.ID- Keadaan perekonomian Kalimantan Selatan yang baik tidak terlepas dari kinerja fiskal di daerah.
Kinerja APBN 2023 wilayah Kalimantan Selatan sampai dengan 31 Desember 2023 secara umum meningkat jika dibandingkan periode tahun 2022.
Hal ini ditunjukkaan dengan realisasi pendapatan negara mencapai Rp24,17 Triliun atau 108,16 persen dari target. Capaian ini meningkat 32,55 persen dibandingkan tahun lalu. Realisasi total belanja negara sebesar Rp40,37 Triliun atau 99,11 persen dari pagu. Capaian ini meningkat 18,73 persen dibandingkan tahun lalu.
Syafriadi, Kepala Kanwil DJPb Kalsel, mengatakan, dari sisi pendapatan negara, kontribusi terbesar berasal dari penerimaan perpajakan terutama PPh yang memberikan kontribusi sebesar Rp11,59 Triliun dan PPN yang memberikan kontribusi Rp6,57 Triliun.
Baca juga: Ketua BEM FEB, Hima, dan UKM FEB Dilantik, 100 Hari Kerja Ditarget Bisa Melaksakan Job Desk
Baca juga: Terekam CCTV Tukang Antar Galon di Tarakan Cabuli Anak Usia Tujuh Tahun, Dilaporkan Ortu Korban
Tiga sektor yang memberikan kontribusi penerimaan perpajakan berasal dari sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 29,1 persen, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 28,5 persen, dan sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 14,8 persen.
"Secara komulatif, seluruh sektor utama tumbuh positif kecuali sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh -10.57 persen," katanya, (22/1/2024) pada publikasi Alco.Regional Kalsel.
Total penerimaan negara yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp6,64 Triliun.
Penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp429,21 Miliar dan penerimaan lainnya Rp6,21 Triliun. Tantangan yang dihadapi terkait penerimaan dari Perdagangan Internasional adalah turunnya volume ekspor komoditas CPO dan turunannya.
Selanjutnya jelas Syafriadi, pada sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi penerimaannya telah mencapai Rp2,69 Triliun atau 202,77 persen dari target, tumbuh 88,58 persen (yoy).
Penerimaan terbesar dari pendapatan Jasa transportasi, komunikasi, dan informatika sejalan dengan mobilitas dan confidence masyarakat yang cukup tinggi. Realisasi penerimaan BLU menyumbang sebesar Rp497,08 miliar atau 18,42 persen dari total realisasi PNBP. Realisasi ini disumbang dari BLU Rumkit Bhayangkara, Universitas Lambung Mangkurat, dan Poltekes Banjarmasin.
Baca juga: Geruduk Warung Malam di Wilayah BAS HST, Petugas Periksa Identitas Pengunjung dan Pemilik Warung
Realisasi belanja negara sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar 40,37 Triliun, atau sebesar 99,11 perse dari pagu yang terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp8,68 Triliun (97,62 persen dari pagu) dan Belanja Transfer ke Daerah/TKD sebesar Rp31,68 Triliun (99,53?ri pagu).
Realisasi belanja negara masih menumpuk di akhir tahun seiring dengan penyelesaian pekerjaan fisik konstruksi, realisasi belanja untuk persiapan Pemilu 2024, dan realisasi penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) untuk pemerintah daerah di Kalimantan Selatan.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
| Antisipasi Kenaikan Harga BBM Mulai April 2026, Berikut 7 Tips Hemat Bahan Bakar Saat Berkendara |
|
|---|
| Penyaluran KUR Kalsel Tembus Rp4,61 Triliun, Kepada 75 Ribu Debitur |
|
|---|
| 7 Alasan Bisnis Modern Butuh Aplikasi Akuntansi Berbasis Cloud |
|
|---|
| Kalsel Sudah Saatnya Kembangkan Hotel Pintar Serba Otomatis dengan AI dan IoT |
|
|---|
| Bisa Cari Cuan Lebih Mudah, UMKM Kalimantan Didorong untuk Bisa Ngonten Jualan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ilustrasi-warga-bayar-pajak12.jpg)