Pipa Pertamina di Tabalong Bocor

Penanganan Pipa Bocor di Jaro Tabalong Rampung, Pertamina Lokalisasi Tumpahan Minyak

Tiga hari berjalan, penanganan pipa Pertamina yang bocor di Desa Namun RT 7, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, akhirnya rampung.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Pihak perusahaan dari PT Pertamina EP Tanjung Field melakukan pembersihan aliran minyak mentah yang disebabkan kebocoran pipa Pertamina di Desa Namun, RT 7, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Jumat (26/1/2024). 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Tiga hari berjalan, penanganan pipa Pertamina yang bocor di Desa Namun RT 7, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, akhirnya rampung.

Humas Pertamina EP Tanjung Field, Ruspandi, Sabtu (27/1), mengatakan perbaikan pipa yang bocor telah selesai. Saat ini pekerja fokus melakukan pembersihan dan pemulihan lingkungan yang terkena tumpahan minyak hingga tuntas.

Tersebarnya minyak hingga ke lahan warga dan drainase sekitar lokasi kebocoran mengharuskan Pertamina melakukan penanganan. Kendati telah menyebar, Ruspandi mengatakan minyak mentah yang sudah mengalir ke lahan warga telah dilokalisasi.

“Bekas minyak sudah dilokalisir dan apabila terjadi hujan, udara menjadi dingin, minyaknya yang mengandung lilin (paraffinic) menjadi kental dan tidak mencair kemana.Tetap berada di area yang sudah dilokalisir,” terang Ruspandi.

Baca juga: Warga Basirih Banjarmasin Ditangkap di Batulicin, Bawa 6 Paket Sabu

Baca juga: Bawa 1 Paket Sabu, Warga Kelayan Luar Banjarmasin Dibekuk Satresnarkoba Polres Batola

Sementara untuk penanganan warga terdampak, lanjutnya, manajemen sudah melakukan koordinasi secara intens dengan pemilik lahan. Terlebih hanya satu orang pemilik lahan yang terdampak. Pihaknya juga menyewa tempat di lokasi lahan warga yang terdampak untuk posko.

Bocornya pipa diketahui pada Rabu (24/1) sekitar pukul 21.00 Wita. “Awalnya kami mendengar adanya suara hujan, lalu setelah dicek dan didatangi, ada bau bensin dan ternyata ada kebocoran pipa,” kata Wahyu, warga yang pertama kali mengetahui kebocoran. Wahyu merupakan pekerja di bengkel yang dekat dengan kebocoran.

Kebocoran menyebabkan tumpahan minyak mentah berceceran hingga jalan raya. Bahkan kawasan bengkel, sawah sekitar dan mess tempat tinggal Wahyu bersama rekan juga terdampak tumpahan minyak.

Ia pun melaporkan hal tersebut kepada atasannya di bengkel. Laporan juga ditindaklanjuti oleh Kepala Desa Namun, Majin Noor.

Tak berselang lama, pekerja dari Pertamina datang ke lokasi untuk penanganan. Mereka menyebarkan serbuk kayu di jalan raya untuk meminimalisasi licinnya jalan. Tak hanya itu, penyedotan minyak mentah juga dilakukan pada area yang tergenang. Mulai dari sawah, hingga bawah rumah warga yang terdampak tumpahan.

Mess yang didiami Wahyu dan rekan kerjanya juga tak lepas dari pembersihan, begitu pula kawasan sekitar, termasuk drainase yang juga teraliri minyak. Aroma minyak mentah terasa menyengat.

Wahyu mengaku belum mengetahui apa akan ada kompensasi. Namun ia masuk pendataan yang dilakukan petugas Pertamina didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. (Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohanyanti)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved