Berita Banjarmasin

Permintaan Kopi Robusha Aranio Terus Bertambah, Dihargai Rp35 Ribu per Kilogram

Saat ini permintaan kopi robusha dari Aranio Kabupaten Banjar terus mengalami peningkatan, ini kata Arianto

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Irfani Rahman
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Inilah antara lain kebun kopi Aranio yang ada di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio. Kini warga setempat mulai merawatnya.Saati ni permintaan kopi robuha Aranio mulai meningkat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA, -Martapura menjadi salah satu penghasil produksi kopi yang banyak di Kalimantan Selatan.  Salah satunya adalah kopi robusta di Desa Aranio Kabupaten Banjar.

Petani di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai mengembangkan kopi Aranio di Desa Tiwingan Kabupaten Banjar antara lain dengan meningkatkan produksi dan penambahan luas lahan perkebunan.

Arianto, selaku Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) sekaligus Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumedes) Desa Tiwingan Baru di Martapura, mengatakan, potensi perkebunan kopi di daerahnya cukup besar.

Kopi Aranio dihargai Rp.35 ribu per kilogram untuk kualitas biasa dan Rp. 50 ribu per kilogram untuk kualitas super.

"Saat ini pohon kopi jenis robusta tumbuh tak beraturan di areal hutan seluas 100 hektare di daerahnya. Permintaan kini tambah banyak, " urainya. 

Pohon-pohon kopi tersebut, masih tumbuh subur dan berbuah lebat saat musim kopi, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menjadi sumber mata pencaharian maupun untuk konsumsi sendiri.

Kopi Aranio dengan ciri fisik, bijinya kecil dan setelah diolah menghasilkan bau yang cukup harum tersebut, kini banyak diburu oleh pedagang kopi.

Baca juga: Kabar Gembira, Jalan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Akan Ditambah Penerangan Jalan dan Rambu

Baca juga: Terungkap Identitas Mayat di Sungai Desa Mandala HSS, Diduga Tenggelam Saat Mandi  

Ya, Produksi kopi di Kalsel pada 2024 ini ditargetkan mencapai 1 ton per hektare 765 ton dari 2.215 hektare

Kabid Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Agustinus Adi mengatakan, Minggu (4/2/2024) untuk memenuhi target itu, gubernur memberikan bantuan 1.000 bibit kopi robusta per hektare kepada petani.

"Bantuan pupuk 200 kilogram per hektare dan herbisida 4 liter per hektare," kata Adi.

Bantuan ini tersebar di lima kabupaten di Kalimantan Selatan dengan luasan lahan 60 hektare.

Adapun pemilihan jenis robusta karena memang jenis ini yang lebih dominan tumbuh subur di tanah Kalsel.

Untuk diketahui, Pemprov Kalsel menjalankan program Bang Kodim di lima kabupaten di Banua.

Yakni 15 haktare di Balangan dan Kabupaten Banjar. Tabalong, Hulu Sungai Tengah dan Tanah Laut masing-masing 10 haktare.

(Banjarmasin Post/ Nurholis Huda) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved