Berita Nasional

Speedboat Bertabrakan dengan Getek di Banyuasin, Tiga Tewas Dua Penumpang Hilang, Ini Identitasnya

Akibat tabrakan Speedboat dengan perahu getek di Banyuasin, Sumatera Selatan, tiga orang tewas, dua hilang

Editor: Irfani Rahman
banjarmasinpost.co.id/mustain khaitami
ILustrasi TimSAR Gabungan melakukan pencarian. Tabrakan speedboat dan perahu getek di Banyuasin Sumatera Selatan membuat tiga tewas dua orang hilang 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tabrakan antara Speedboat pembawa jenazah seorang bocah dengan perahui getek terjadi di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Minggu (4/2/2024) pukul 00.30 WIB.

Akibat kejadian tabrakan di i perairan Tanjung Serai, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, tiga orang tewas dan dua orang.

Tak hanya itu jasad bayi yang akan dikuburkankan juga dinyatakan hilang.

Saat ini pencarian masih dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Kepala Basarnas Palembang, Raymond Konstantin mengatakan, kecelakaan terjadi di perairan Tanjung Serai, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Mulanya, speedboat dengan nahkoda Sudarno mengangkut sembilan orang penumpang dan satu jenazah balita.

Kapal bertolak dari Dermaga PU Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin tujuan ke Primer 8 Kecamatan Lalan, Kabupatan Musi Banyuasin.

Baca juga: Longsor di Jalan Taruntung-Sibolga Sumut, Satu Keluarga Tewas, 7 Alami Luka-luka

Baca juga: Gempa Guncang Sumut Baru Saja, Imbas Magnitudo 3,7 di Laut, Cek Pusat Getaran

Saat melintasi perairan Tanjung Serai, speedboat bertabrakan dengan perahu getek bermuatan kelapa yang dikemudikan Hardi, yang bertolak dari Sungai Bungin.

"Kecelakaan itu menyebabkan speedboat Sinar Agung pecah dan tenggelam," kata Raymond.

Tiga penumpang tewas, dan dua lainnya hilang -belum termasuk jenazah balita bernama Icha, yang saat itu hendak dimakamkan.

Dua penumpang yang hilang bernama Eko dan Gunadi. Sementara, tiga penumpang yang tewas adalah Surya (50), Winardi (40), dan Dwi Lestari (29).

Lalu, lima korban selamat berada dalam kondisi luka-luka.  Mereka adalah Trisno (35), Junarti (37), Nando (30), Suyoto (22), dan Sudarno (40).

"Untuk dua penumpang yang hilang termasuk jenazah sampai saat ini masih dilakukan pencarian," ujar Raymond.

Dalam pencarian tersebut, Basarnas mengirimkan dua tim dengan peralatan menyelam untuk menyisir posisi para korban.

Sumber : Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved