Gempa di HST

Pusat Gempa di Kalsel di HST, Warga tak Merasakan Ada Goncangan

Informasi adanya gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagaimana dirilis BMKG, tak dirasakan oleh masyarakat setempat.

|
Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi gempa bumi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Informasi adanya gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagaimana dirilis BMKG, tak dirasakan oleh masyarakat setempat.

Sejumlah warga yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Minggu (17/2/2024) menyatakan, tak mengetahui ada gempa.

“Baru tahu HST jadi pusat gemba dari informasi BMKG yang tersebar di group-group WA,”ungkap Mery, warga Jalan SMP Barabai. Hak sama dikatakan sejumlah warga yang tergaung di group WA Info Murakata Online.

“Di Barabai, saya di Pasar Hanyar, tidak ada yang merasakan goncangan gempa nah,”tulisnya.

Baca juga: Mayat Bayi Dalam Karung di Tepi Poros Desa Pulausari Tanahlaut Diduga Meninggal Sejak 5 Hari Lalu

Baca juga: Lima Kecamatan di Tanahbumbu Lakukan Rekapitulasi Perolehan Suara dengan Format Manual

Begitu pula warga Mangunang, Kecamatan Haruyan.

“Sama sekali tak merasakan ada gempa, kapan lah terjadinya.Padahal hari ini di rumah saja,”kata Ana, warga Mangunang. Fadli, warga Desa Rantau Kaminting, Kecamatan Labuan Amas Utara juga menyataan tak merasakan pengaruh gempa tersebut. “

”Aman saja di kampung kami. Malah tidak tahu ada info gempa,”ujarnya.

Sementara, Kepala BPBD HST Akhmad APandi kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke BPBD Provinsi Kalsel sejauh ini tidak ada laporan warga terdampak gempa.

Bahkan belum ada yang melaporkan merasakan goncangan akibat gempa. Meski demikian pihaknya menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG jika ada gempa susulan yang harus diantisipasi.

Pihaknya terus koordinasi dengan BPBD Provinsi Kalselm”kata Apandi. Dijelaskan pula sesuai informasi BMKG, pusat gempa kemungkinan di Desa Juhu, Kecamatan Batangalai Timur.

Namun, desa tersebut merupakan desa terpencil yang hanya bisa diakses berjalan kaki, dan tak terjangkau akses jaringan seluler.

“Jadinya kami tak bisa koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat setempat. APakah terdampak atau tidak,”pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved