Selebrita

Usai Bikin Pelatih Vietnam Dipecat, Ini Nasib Kontrak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Setelah sukses menuntaskan laga lawan Vietnam, Shin Tae-yong masih enggan membicarakan nasibnya di Timnas Indonesia.

|
Editor: Murhan
Tribunnews.com
Shin Tae-yong yang belum jawab soal kontrak di Timnas Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setelah sukses menuntaskan laga lawan Vietnam, Shin Tae-yong masih enggan membicarakan nasibnya di Timnas Indonesia.

Sampai kini, nasib Shin Tae-yong di kursi kepelatihan Timnas Indonesia masih mengambang.

Seyogyanya, kontrak Shin Tae-yong akan berakhir pada Juni 2024 mendatang.

Tentu saat ini banyak pecinta sepak bola Indonesia yang berharap kontrak juru taktik asal Korea Selatan itu bisa kembali diperpanjang.

Hal itu menyusul torehan positif yang diraih oleh Shin Tae-yong kala menukangi Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.

Namun, Shin Tae-yong mengatakan bahwa saat ini belum ada pembahasan soal kontrak bersama PSSI.

Secara dingin, Shin Tae-yong menjawab kalau hingga kini kontraknya di Timnas Indonesia masih tanda tanya.

Baca juga: Jadwal Bola Liga 1 Siaran TV Indosiar Hari Ini: Persib Bandung vs Bhayangkara, Persik vs Persikabo

"Untuk itu (soal kontrak) belum ada keputusan sama sekali," ungkap Shin Tae-yong, saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Rabu (27/3/2024).

Shin Tae-yong sukses meloloskan Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia dan membawa Skuad Garuda ke 16 Besar Piala Asia 2023.

Terbaru, Shin Tae-yong juga mencatatkan hasil positif ketika melawan Vietnam dalam putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Indonesia berhasil menang 1-0 saat menjamu Golden Star Warriors dan menang 3-0 di kandang Vietnam.

Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengatakan bahwa saat ini PSSI masih berpegangan pada kesepakatan awal.

Seperti diketahui, PSSI sebelumnya memberi target Shin Tae-yong bisa membawa Timnas Indonesia dan tim U-23 melaju ke babak 16 besar Piala Asia.

Saat ini, satu dari dua target tersebut telah berhasil direalisasikan oleh Shin Tae-yong. Dengan demikian, kini hanya menunggu hasil Piala Asia U-23, 15 Apil - 3 Mei 2024.

"Ya itu nanti, kan semua ada tahapan dan janji yang harus dijalankan, saya kira jika semua tercapai dan terpenuhi pasti mungkin (diperpanjang)," kata Sumardji.

"Coach Shin, akhir-akhir ini cukup baik, ada pertimbangan tertentu, nanti Pak Ketua Umum (Erick Thohir):yang mengambil keputusan," imbuhnya.

Beda Nasib Troussier

Philippe Troussier tak jadi mendapatkan uang kompensasi puluhan miliar setelah dipecat dari kursi pelatih Timnas Vietnam.

Sebelum akhirnya dipecat, masa depan Philippe Troussier sebelumnya sempat simpang siur. Semula ada dugaan ia bakal tetap dipertahankan meski Vietnam kalah lagi dari Indonesia.

Hal ini lantaran uang kompensasi yang harus dibayarkan Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) kepada Troussier terbilang tinggi, mencapai Rp 26,5 miliar.

Menurut The Thao 247, gaji ahli strategi Prancis adalah 60.000 USD/bulan (setara dengan 1.404 miliar VND/bulan atau Rp 948 juta).

Dalam perjanjiannya, ia masih terikat sisa kontrak selama 30 bulan. Oleh karena itu, jumlah kompensasi yang akan dibayarkan VFF adalah sekitar 1,680 juta USD (hampir 40 miliar VND atau Rp 26,5 miliar).

Namun ternyata pesangon yang akan diterima pelatih berjuluk Penyihir Putih itu tak akan setinggi uang tersebut.

Rupanya pihak VFF dan Troussier sudah melakukan pembicaraan lebih lanjut sehingga cukup berdampak pada uang kompensasi yang diterima, bahkan berkurang sangat banyak.

Menurut informasi dari media Vietnam Thanh Nien, federasi Vietnam hanya perlu memberi kompensasi kepada pelatih Philippe Troussier sekitar tiga kali gaji bulanan.

Besarannya sekitar 180.000 USD (setara dengan hampir 4 miliar VND) atau jika dirupiahkan Rp 2,8 miliar, lebih rendah hampir 10 kalinya.

Kompensasi yang cukup rendah itu juga menjadi salah satu pertimbangan penting mengapa Vietnam mengambil keputusan cepat dengan memecat Troussier setelah kalah dari Indonesia pada Selasa (26/3/2024) kemarin.

Untuk diketahui, di bawah asuhan pelatih asal Prancis itu, performa Vietnam memang cukup jeblok.

Tim berjuluk The Golden Star Warrior kalah 10 kali dalam 11 pertandingan terakhir, termasuk 7 kekalahan berturut-turut, menyebabkan ranking peringkat FIFA turun drastis.

Adapun hasil 3-0 yang diraih Timnas Indonesia atas Vietnam pada Selasa (26/3) kemarin memiliki arti penting.

Itu menjadi kemenangan ketiga secara beruntun yang didapat Indonesia atas Vietnam.

Dalam kurun tiga bulan terakhir, Indonesia memang bertemu Vietnam tiga kali. Pertama pada bulan Januari di ajang Piala Asia 2023.

Kala itu Indonesia menang 1-0 lewat penalti Asnawi Mangkualam dan akhirnya membuat Vietnam terhempas dari fase grup, sedangkan skuad asuhan Shin Tae-yong lolos ke 16 besar.

Pertemuan kedua terjadi Kamis (21/3) lalu pada macthday ketiga grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana Indonesia kembali menang 1-0 leat gol Egy Maulana Vikri.

Terbaru adalah kemenangan 3-0 berkat gol Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen dan Ramadhan Sananta.

Kemenangan yang ketiga ini sekaligus memutus rekor tidak pernah menang di Vietnam selama 20 tahun terakhir.

Kali terakhir Indonesia menang di sana pada 11 Desember 2004 pada ajang Piala Tiger yang kemudian berubah menjadi Piala AFF.

Kala itu, Indonesia menang 3-0 berkat gol-gol dari Mauly Lessy, Boaz Solossa, dan Ilham Jayakesuma. Setelah itu, skuad Garuda 2 kali kalah dan 4 kali imbang.

Barulah setelah hampir 20 tahun lamanya, rekor itu akhirnya putus di tangan pelatih Shin Tae-yong.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved