Berita Tanahbumbu
Kain Tenun Bugis Pagatan Punya Nilai Sejarah, Ini Ciri Khas dan Produk yang Dihasilkan
Jika daerah Jawa memiliki ciri khas Batik dan Banjarmasin punya kain Sasirangan, lain lagi dengan Kabupaten Tanahbumbu
Penulis: Muhammad Fikri | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Jika daerah Jawa memiliki ciri khas Batik dan Banjarmasin punya kain Sasirangan, lain lagi dengan Kabupaten Tanahbumbu.
Kabupaten yang diresmikan pada 8 April 2003 ini, memiliki kain khas tersendiri yaitu, Tenun tradisional Bugis Pagatan adalah tenun yang berasal dari daerah Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu.
Dijelaskan seorang tokoh masyarakat Pagatan, Andi Satria Jaya, kain tenun tradisional Bugis Pagatan atau terkenal dengan sebutan Tenun Pagatan, dibawa masuk orang Bugis yang melakukan perpindahan penduduk ke daerah Pagatan, sekitar pertengahan abad ke-17.
Perpindahan itu, menurutnya, juga turut membawa perpindahan kebudayaan. Orang-orang Bugis yang datang dan mendiami wilayah Pagatan dan sekitarnya membawa tradisi dan kebudayaan mereka. Begitu pula dengan kemunculan tenun tradisional Bugis Pagatan.
"Tenun Pagatan muncul bersamaan dengan kedatangan para perantau Bugis pada pertengahan abad ke 17," ujarnya, Selasa (16/4/2024).
Menurutnya, wanita suku Bugis yang bisa menenun memiliki nilai lebih dibandingkan yang tidak bisa menenun di mata laki-laki saat itu, sama halnya dengan kebiasaan orang Bali yang wanitanya akan lebih menarik jika bisa menari.
Andi menceritakan, perpindahan kebudayaan ini ke daerah baru, juga menghadirkan berbagai macam tambahan motif baru dimana yang dulunya hanya terbatas beberapa unit.
"Sekarang macam-macam muncul, ada motif gigi Haruan, bunga nan Sarunai dan yang lainnya," ujarnya.
Kain tenun Bugis Pagatan ini bahkan sempat dipakai Presiden RI, Jokowi Widodo pada peringkat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 di Istana Negara.
Fungsi Tenun Pagatan senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Pada mulanya Tenun Pagatan hanya dibuat untuk kain sarung dan kain sarung itu pun dipakai kaum lelaki. Pada perkembangan selanjutnya, kain sarung Tenun Pagatan tidak hanya dipakai kaum Adam, namun juga kaum perempuan.
Selain sarung, Tenun Pagatan pada zaman dahulu digunakan untuk membuat pakaian para raja, terutama Raja Bugis Pagatan. Pakaian tersebut berupa celana kerja yang disebut Sulara Pajama, baju, dan sarung. Tenun Pagatan untuk pakaian raja biasanya menggunakan motif khusus.
Perkembangan fungsi Tenun Pagatan terus berlangsung hingga sekarang. Saat ini, Tenun Pagatan sudah banyak digunakan untuk berbagai jenis pakaian sesuai dengan selera pemakai atau pemesannya.
Beberapa jenis pakaian yang dibuat dari Tenun Pagatan, misalnya sarung, dasi, stagen, selendang, baju biasa, rok, kain panjang, busana muslim, pakaian tari, dan lain-lain. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri)
Beberapa Jenis Produk Tenun Bugis Pagatan
- Sarung
- Dasi
- Stagen
- Selendang
- Baju biasa
- Rok
- Kain panjang
- Busana muslim
- Pakaian tari
- Dan lain-lain
| Jemaah Calon Haji Kloter 13 Asal Tanahbumbu Meninggal Dunia, Diduga Alami Komplikasi |
|
|---|
| Dua Hari Tanahbumbu Diguyur Hujan Deras, Jasa Laundry Curhat Tak Bisa Kerja Maksimal |
|
|---|
| Jalan Batulicin-Kandangan KM 52 Tanahbumbu Tiba-tiba Berlubang, Polsek Mantewe Pasang Plat Besi |
|
|---|
| 239 Calon Jemaah Haji Tanahbumbu Dilepas, Sekda Berharap Bumi Bersujud Didoakan di Tempat Mustajab |
|
|---|
| TNI Rehabilitasi Panti Asuhan Bunda Zerina di Mantewe Tanahbumbu, Atap Bangunan Mulai Dipasang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Perajin-Kain-Tenun-Bugis-Pagatan.jpg)