Berita Tanahlaut
Perusahaan Sawit Diduga Serobot Tanah Warga, Ini Hitung-hitung Kerugian Warga
Kekesalan warga Desa Kandanganlama Kecamatan Penyipatan Tanahlaut sudah tak terbendung lagi
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kekesalan warga Desa Kandanganlama Kecamatan Penyipatan Tanahlaut sudah tak terbendung lagi. Banyak keluhan yang dirasakan selama bertahun-tahun ini.
Kesal terhadap PT Sinar Surya Jorong (SSJ), sejumlah warga Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Tanahlaut, Kalsel pun, Kamis (18/4/2024), memajang beberapa baliho aspirasi di kebun sawit perusahaan tersebut.
Baliho aspirasi terakhir mereka pasang di dekat kantor kebun PT SSJ yang berjarak sekitar tiga kilometer dari muara jalan raya Pelaihari-Pantai Batakan.
Kantor kebun PT SSJ berkonstruksi bangunan kayu tersebut tampak sepi, cuma terlihat beberapa orang. Mereka terkejut dengan kedatangan warga.
Mereka menyaksikan warga memasang baliho di sisi kiri bangunan kantor setempat berjarak sekitar 20 meter. Baliho itu bertuliskan narasi: PT SSJ Melakukan Penyerobotan Masyarakat.
Syamsuri, asisten plasma PT SSJ, yang berada di lokasi mengatakan dirinya hanya orang (karyawan) lapangan. Karena itu tidak bisa memberikan penjelasan secara memadai.
Sementara, seorang dari mereka, Mustafa, menuturkan pada 2008, kebun karetnya secara sepihak didozer oleh PT SSJ tanpa izin dan tanpa ada ganti rugi.
Saat itu dirinya langsung mendatangi kantor kebun SSJ, memprotes tindakan sewenang-wenang tersebut. Pihak SSJ mengatakan lahan kebunnya masuk dalam kawasan HGU perusahaan tersebut.
"Padahal yang kami ketahui, mereka belum memegang izin HGU," ujar Mustafa yang turut ngeluruk ke kantor kebun SSJ bersama warga lainnya.
Secara materi, ia mengaku banyak mengalami kerugian karena telah kehilangan kebun karetnya seluas tiga hektare yang ia tanam sejak tahun 2003 silam.
Saat ini kebunnya itu telah berubah menjadi kebun kelapa sawit yang dikuasai SSJ. Sementara sejauh ini dirinya tak punya daya untuk mengambil kembali lahannya itu.
Mustafa lantas merinci pada 1 hektare kebun karet sekali panen dapat sekitar satu pikul atau 100 kilogram getah karet. Artinya, dalam sebulan untuk tiga hektare menghasilkan sekitar 12 pikul (1.200 kilogram) getah karet.
Jika dihitung dengan harga getah karet saat ini yaitu Rp 8.000 per kilogram, maka dalam sebulan nilainya Rp 9,6 juta. Apabila dihitung selama 16 tahun (sejak 2008), berarti nilainya mencapai Rp 1,84 miliar.
Nilai kerugiannya secara riil dikatakannya bisa lebih besar lagi dari angka tersebut. Pasalnya, dulu harga getah karet lumayan bagus dan bahkan hingga tembus Rp 15 ribu per kilogram. (Banjarmasinpost/idda royani)
| UMKM Tanahlaut Dipertemukan dengan Bank dan Pembeli, Peluang Naik Kelas Kian Terbuka |
|
|---|
| Tersangka Kasus Korupsi PKBM Serumpun Batuampar Tanahlaut, Siapkan Permohonan Penangguhan Penahanan |
|
|---|
| Polres dan Satpol PP 'Ngeluruk' ke SPBU di Pelaihari Tanahlaut, Pantau Distribusi BBM Subsidi |
|
|---|
| Pastikan Solar Subsidi Nelayan Tanahlaut Terdistribusi Lancar, DKPP dan Satpol PP Lakukan Pengawalan |
|
|---|
| Pasca Kepsek di Tanahlaut Ditahan Kasus Korupsi PKBM, Disdikbud Langsung Tunjuk Pelaksana Harian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Warga-datangi-Kantor-Perusahaan-Sawit-di-Kandangan-Lama.jpg)