Santri Bunuh Ustadzah

Penyidik Polresta Palangkaraya Minta Keterangan Orang yang Pertama Kali Lihat Santri Habisi Ustadzah

Penyidik Polresta Palangkaraya minta keterangan orang yang pertama kali melihat santri habisi ustadzah di sebuah pondok pesantren.

Editor: Edi Nugroho
Tribunnews.com
Ilustrasi penusukan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penyidik Polresta Palangkaraya minta keterangan orang yang pertama kali melihat santri habisi ustadzah di sebuah pondok pesantren.

Ada beberapa pihak yang dimintai keterang polisi, sepertio ustad dan ustadzah yang melihat pertama kali kejadian pembunuhan tersebut.

Penyidik kepolisian Polresta Palangkaraya hingga Jumat 17 Mei 2024 terus melakukan proses hukum terkait santri bunuh ustadzah di Ponpes Palangkaraya.

Pihak kepolisian Polresta Palangkaraya juga telah memintai keterangan dari beberapa saksi terakit kasus santri bunuh ustadzah di Ponpes Palagkaraya tersebut.

Baca juga: Aditya Resmi Maju di Pilwali Banjarbaru, Daftar ke Sejumlah Parpol, Yuti Mahrita Turut Mendampingi

Baca juga: Kena Hukuman Dijemur, Kejiwaan Santri Pembunuh Ustadzah di Pondok Pesantren Palangkayara Diungkap

Kapolresta Palangkaraya Kombes Pol Budi Santosa mengungkapkan, pihaknya telah memintai keterangan dari beberapa pihak untuk mengungkap santri bunuh ustadzah tersebut.

Bendera duka terlihat dipasang di depan pintu masuk sebuah Ponpes Palangkaraya yang jadi lokasi santri habisi ustazah, Rabu (15/5/2024).
Bendera duka terlihat dipasang di depan pintu masuk sebuah Ponpes Palangkaraya yang jadi lokasi santri habisi ustazah, Rabu (15/5/2024). (TRIBUNKALTENG.COM/AHMAD SUPRIANDI)

"Ada beberapa pihak yang kami mintai keterangnnya, ada ustad dan ustadzah yang melihat pertama kali, juga yang membantu korban ke rumah sakit betang, dan korban yang pertama kali mengamankan pelaku," ujarnya.

Saat ini kepolisian masih fokus untuk mendalami kejadian kekerasan dengan pemberatan tersebut.

Selain itu, Budi mengungkapkan Polresta Palangkaraya sudah bekerjasama dengan Bapas dan psikolog dari Ditkrimum Polda Kalteng.

"Sejauh ini kondisi kejiwaan pelaku normal tapi kita sedang mendalami kejadian ini," kata Budi.

Budi mengatakan sebelumnya di ponsok pesantren tersebut belum pernah ada kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren tersebut.

"Dari pengakuan pengurus di pesantren tersebut tidak ada kekerasan sebelumnya, dan yang menyebabkan pelaku berbuat hal seperti karena respon dari sanksi yang diberikan," lanjut Budi.

Pelaku juga tetap diberikan pendampingan dan dilakukan observasi untuk lebih jauh mendalami kejiwaan pelaku.

Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Palangkaraya, Ayub Daud mengatakan saat ini sedang dilakukan observasi lebih dalam untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku.

"Kami melakukan pendampingan dan dari sisi psikologi masih dilakukan observasi secara mendalam," tutup Ayub.

Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Pengurus Ungkap Belum Pernah Terjadi Kekerasan di Ponpes Palangkaraya Sebelum Santri Habisi Ustadzah,

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved