Berita Tanahlaut

Sebagian Wilayah Panyipatan Susah Sinyal, Begini Dampaknya Bagi Warga

Susah sinyal telepon nirkabel hingga sekarang masih menyelubungi sejumlah tempat di Kabupaten Tanahlaut, Kalsel

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Kamardi Fatih
banjarmasin post
SUASANA lingkungan permukiman di Desa Batutungku. Sebagian wilayah setempat masih susah sinyal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Susah sinyal telepon nirkabel hingga sekarang masih menyelubungi sejumlah tempat di Kabupaten Tanahlaut, Kalsel.

Tak cuma di wilayah yang jauh dari kota di pelosok. Pantauan Senin (27/5/2024), ada juga tempat yang berada di jalur jalan raya namun susah sinyal.

Contohnya di Desa Batutungku di Kecamatan Panyipatan. Sebagian wilayah setempat hingga sekarang bahkan bisa dibilang blank spot.

Padahal desa ini terletak di jalur jalan poros Kota Pelaihari-Pantai Batakan, objek wisata ternama di Tanahlaut. Jaraknya dari ibu kota kabupaten juga hanya 27 kilometer.

Kalangan warga setempat pun kerap mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab, era kekinian aktivitas keseharian lekat dengan smartphone untuk menunjang kegiatan dan bahkan pekerjaan.

"Begitulah kondisi di desa kami. Sebagian besar wilayah masih susah sinyal. Cuma dua dusun yang ada sinyalnya, itu pun tak sepenuhnya lancar," kata Kepala Desa Batutungku, Said Muhammad.

Dua dusun yang terjamah sinyal tersebut yaitu 3 dan 4. Ini karena di wilayah setempat ada tower bantu. Sementara, tiga dusun lainnya yaitu 1,2, dan 5 susah sinyal.

Secara administratif, Desa Batutungku terdiri atas 12 RT yang terpilah pada lima dusun. Jumlah penduduk yakni sekitar 800 KK (kepala keluarga) atau 3.000-an jiwa. Mayoritas profesi warga adalah petani/pekebun.

Said mengatakan, kondisi susah sinyal tersebut memang cukup berdampak terhadap aktivitas warga, termasuk pemerintahan.

Warga yang gemar berjualan secara daring misalnya menjadi terhambat. Komunikasi juga menjadi tidak lancar.

"Kami di pemerintahan desa pun juga sering terkendala saat rapat koordinasi dengan kecamatan akibat jaringan sinyal naik turun di juga di kantor desa," katanya.

Di kantor desa pihaknya memasang penguat sinyal berupa tower mini. Namun internetan pun kurang lancar. Membuka YouTube bisa namun tidak stabil.

Dia mengatakan, sekitar empat bulan silam ada pihak operator telepon selular datang, survei lokasi. Rencananya, akan memasang tower tempel, radius sinyal diinformasikan sekitar satu kilometer.

Tempat yang dipilih untuk rencana pemasangan tower tempel tersebut, kata Said, yakni di lingkungan Masjid Muawwanatul Musawwa di RT 3 Dusun 5.

Tower direncanakan akan dipasang menempel di menara masjid setempat. "Semoga saja cepat direalisasikan," ucapnya. (Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved