Ekonomi dan Bisnis

HET Beras Premium Naik, Dosen FEB ULM : Picu Harga Beras Jenis Lain

Kenaikan HET beras premium dan medium yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan memicu kenaikan harga beras jenis lainnya di Kalsel

|
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM dan Ekonom Kementrian Keuangan RI, Prof Handry Imansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) beras premium dan medium yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan memicu kenaikan harga beras jenis lainnya di Kalsel. Karena efek substitusi.

Imbas kenaikan HET ini  disampaikan Prof M Handry Imansyah Ph.D Dosen FEB ULM

Ia memahami, tujuan pemerintah menaikkan harga beras premium dan medium adalah untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga input.

Selain itu harga beras di pasar dunia juga sudah meningkat dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Namun sayangnya kenaikan harga di tingkat konsumen atau kenaikan harga pembelian pemerintah melalui Bulog belum tentu transmisinya menyentuh pada harga tingkat petani,"katanya.

Menurut  Prof Handry Bagi perekonomian Kalsel, kenaikan ini jelas akan memicu inflasi di Kalsel. Karena beras memiliki bobot yang tinggi di dalam perhitungan inflasi.

Sayangnya efektivitas kenaikan harga yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani belum tentu sampai pada tingkat petani. Sementara itu, di dalam menstabilkan harga beras juga belum tentu berhasil.

Stabilitas harga itu mencakup permintaan dan penawaran beras itu sendiri. Jika terjadi gangguan pasokan, baik karena turunnya produksi maupun karena gangguan distribusi sementara permintaan relatif tetap atau naiknyapun sangat landai.

"Jadi umumnya gangguan berasal dari sisi pasokan. Baik karena lambatnya peningkatan produksi maupun ganguan distribusi. Jadi stabilisasi harga beras, yang perlu dikendalikan terutama dari sisi pasokan atau produksi dan distribusi,"katanya.

Kenaikan HET beras premium dan menengah yang umumnya di Jawa juga akan berpengaruh pada harga beras di Kalsel, walaupun konsumen Kalsel lebih suka beras lokal.

Namun, karena barang bersifat substitusi. Jadi harga beras di Kalsel pasti akan terpengaruh. Apalagi jika beras yang berasal dari Jawa, sudah tentu menjadi lebih mahal. Makanya harga beras lokal pasti akan mengikuti naik. (msr)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved