Berita Tapin
Waspada Dua Desa di Piani Tapin Rawan Longsor, Loksado Masih Aman
Dua desa di Kecamatan Piana, Kabupaten Tapin perlu diwaspadai saat curah hujan tinggi saat ini, ini k ata BPBD Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU- Tingginya curah hujan belakangan ini membuat sejumlah daerah di Kabupaten Tapin berpotensi mengalami pergerakan tanah hingga longsor. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan memasukkan Piani dalam daftar 11 kecamatan waspada pergerakan tanah tinggi.
Setidaknya ada dua desa di Kecamatan Piani yang perlu diwaspadai dan diantisipasi yakni Pipitak Jaya dan Balawaian.
“Kedua desa memiliki potensi longsor jika guyuran hujan cukup lama,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tapin H Raniansyah, Selasa (18/6).
Raniansyah pun menyampaikan longsoran yang terjadi di jalan poros Bitahan - Miawa pada Kamis (6/6) sudah teratasi dengan pembangunan ulang badan jalan baru oleh perusahaan, yang beroperasi di sana. Beberapa kali genangan di Desa Miawa, Piani, juga tidak bertahan lama seiring turunnya debit air Sungai Tapin.
Menyikapi potensi longsor, BPBD Tapin terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain Piani, BPBD Kalsel merilis 10 kecamatan lainnya yang perlu mewaspadai longsor. Kecamatan itu adalah Aranio dan Paramasan Kabupaten Banjar; Kalumpang Tengah dan Kalumpang Utara Kabupaten Kotabaru; Satui Kabupaten Tanahbumbu; Bajuin, Batuampar, Jorong dan Kintap Kabupaten Tanahlaut serta Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Camat Loksado Ahmad Nabhan menyatakan kondisi di wilayahnya masih aman. Bahkan pada Sabtu (22/6) digelar Festival Bamboo Rafting.
Dijelaskan, beberapa titik di Loksado memang rawan longsor yang lebih disebabkan intensitas hujan tinggi. Salah satu titik tanah longsor ada di pinggir jalan Desa Hulu Banyu menuju Loksado. “Jalan longsor karena di atasnya ada pasir. Sekarang sudah dikeruk,” kata Nabhan.
Kepala Pelaksana BPBD HSS Kusairi juga mengatakan saat ini aktivitas pariwisata di Loksado dan Padang Batung berjalan normal. Meski demikian, pihaknya senantiasa siaga bencana, tak hanya longsor, tapi juga banjir dan bencana lainnya.
Dikatakannya, curah hujan di Loksado masih normal, sehingga aktivitas wisata sungai seperti bamboo rafting, arung jeram pakai ban dalam atau river tubing masih berlangsung.
Kepala Desa Kamawakan, Loksado, Ardani, membenarkan tidak ada tanah longsor di wilayahnya sepanjang 2024. “Yang ada pada 2023 di perbatasan Kamawakan-Tumingki. Ada tanah longsor menutup jalan sekitar 15 meter. Juga disertai tanah rumbih di sekitar jalan perbatasan desa itu sekitar 10 meter ke sungai,”ujarnya.
Untuk tanah yang menutupi jalan, sudah dilakukan penyingkiran secara manual melalui gotong royong masyarakat, sehingga sudah bisa dilewati sepeda motor dan pikap. Sedangkan untuk tanah rumbih di pinggir jalan ke sungai, jelas Ardani, belum tertangani karena jalan tersebut berstatus jalan kabupaten yang menjadi kewenangan Pemkab HSS.
Rawan tanah longsor juga ada di Desa Haratai. Tiap hujan deras tanah di hulu dekat air terjun jatuh ke gua, berdampak keruhnya air sungai Amandit. “Pokoknya kalau sungai Amandit keruh habis hujan deras, dipastikan terjadi longsor di sekitar sana,”katanya. (tab/han)
| Sempat Sembilan Hari Terhenti, MBG Kembali Disalurkan di MAN 1 Tapin, Begini Respons Siswa |
|
|---|
| Harga Pertamax dan Pertalite Tetap, Antrean di SPBU Tapin Terpantau Lengang |
|
|---|
| Pemkab Tapin Gelar Pisah Sambut Kajari, Bupati H Yamani Apresiasi Kinerja Arya Wicaksana |
|
|---|
| Pasca Banjir di Tambarangan Tapin, Dinsos Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak |
|
|---|
| Petani Milenial Tapin Raih Kartini Masa Kini 2025, Lily: Jangan Malu Terjun ke Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kondisi-longsor-jalan-poros-menuju-kecamatan-Piani.jpg)