Tour de Loksado 2024
Imbas Event Tour De Loksado 2024 Penginapan di Loksado Full Sejak Sabtu 29 Juni
Efek Tour De Loksado 2024 penginapan yang ada di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan penuh disewa sekal beberapa waktu laluy
Penulis: Hanani | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Sejumlah pengelola penginapan di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengakui, dua event agenda wisata, yaitu Festival Bamboo Rating 2024 dan Tour De Loksado (TDL) pada Juni ini berdampak pada meningkatnya tamu yang menginap.
Tak hanya di villa, atau cottage. Tapi juga pada homestay yang dikelola masyarakat.
Seperti di akui Amel, pemilik Homesyay Amelia di Loklahung, Loksado. “Sejak Sabtu sampai MInggu hari ini, penginapan kami full terisi,”katanya kepada banjarmasinpost.co.id. Minggu (30/6/2024).
Dijelaskan, di sekitar Alam Roh ada banyak homestay dengan tarif di kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per malam.
“Di homestay kami ada 6 kamar, semua diisi tamu dari luar. Mereka rombongan peserta yang ikut TDL kemarin,”ungkapnya. Sementara, Yuseran, Sekdes Tanuhi, Desa Hulu Banyu, LOksado mengatakan, Graha Wisama AMandit, serta Cottage Tanuhi di Desa Hulu Banyu juga full hingga hari ini.
Baca juga: Kuliner Ciptaan Pemburu di Hutan dan Penjual Bambu ke Palantingan, Ini Sejarah Nasi Humbal Khas HSS
Baca juga: Peserta TDL 2024 Tak Sabar Taklukkan Tanjakan Bukit Loksado, Si Kembar Kembali Tampil
“Sejak Sabtu kemarin, penginapan-penginapan termasuk homestay sudah full boking,”katanya. Menurut Yusran, event pariwisata, termasuk TDL sangat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Loksado. Sebab, tak hanya peserta yang menginap, tapi juga tim masing-masing daerah, sehingga secara langsung menjadi sarana promosi wisata kepada peserta yang beradal dari berbagai provinsi se Indonesia.
Yusran berharap, peningkatan kunjungan wisatawan dibarengi dengan meningkatnya kesadaran Masyarakat local, akan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Termasuk kata dia memberikan kesan yang baik kepada wisatawan dengan bersikap ramah dan familiar.
Mengenai dampak terhadap UKKM, Yusran meyebut belum begitu berdampak karena pelaku UMKM di Loksado sendiri belum berkembang. Masyarakat, menurutnya, belum bisa memanfaatkan tiap moment yang digelar.
“Khususnya di Loksado UMKM belum berkembang dan masih perlu pembinaan lagi, agar bisa memanfaatkan event untuk pengenalan produk lokal,”katanya.
Ditambahkan, sebagai pelaku UMKM, Yusran berharap, ada peningkatan sarana pendukung serta inovasi dari pihak Dinas Pariwisata. Dia mencontohkan, kuliner khas Loksado, nasi humbal yang sebenarnya bisa disajikan kepada peserta, bekerjasama dengan masyarakat setempat.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)
| Empat Kali Ikuti Tour de Loksado, Wawang Mengaku Menyukai Pemandangan Gunung Kantauan |
|
|---|
| Pelaku Pariwisata Loksado Harap Tour de Loksado 2024 Bisa Kenalkan Loksado ke Dunia Luar |
|
|---|
| Paman Birin Sebut Tour de Loksado 2024 Jadi Promosikan Geopark Meratus |
|
|---|
| Tahan Kram di Tanjakan, Pesepeda Kalsel Ini Raih King and Queen of Mountain di Tour de Loksado 2024 |
|
|---|
| Ruyadi 4 Kali Taklukkan Tanjakan Ekstrem Loksado, Peserta TDL 2024 Ini Ternyata Berusia 59 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Villa-Kantauan-Lestari-di-Desa-Hulu-Banyu-salah-satu-penginapan-di-Kecamatan-Loksado.jpg)