Yayasan Adaro Bangun Negeri

YABN dan Self Learning Institute Inisiasi Eco-Pesantren Berbasis Konservasi Bambu di Ponpes Al Islam

Edukasi program Eco-Pesantren berbasis konservasi bambu diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
YABN
Edukasi program Eco-Pesantren berbasis konservasi bambu diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Edukasi program Eco-Pesantren berbasis konservasi bambu diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (27/8/2024) siang.

Diinisiasi Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama Self Learning Institute, dalam edukasi ini mengenalkan Arboretum Bambu, sebuah kebun koleksi bambu yang telah dikembangkan di lingkungan pesantren

Mochammad Irvan Efrizal dari Self Learning Institut, menyampaikan, inisiatif ini juga merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan pesantren berbasis lingkungan dan keberlanjutan.

Dimana saat ini terdapat 43 jenis bambu dari berbagai belahan dunia, dengan total 173 rumpun yang telah mereka tanam di Ponpes Al Islam.

"Ini adalah langkah kami untuk menciptakan pesantren yang lebih ramah lingkungan," tambahnya.

Ponpes Al Islam diedukasi konservasi bambu
Edukasi program Eco-Pesantren berbasis konservasi bambu diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Adapun jenis bambu yang ditanam di antaranya berasal dari Tiongkok, Jepang, Myanmar, Indonesia (Jawa), Amerika, Thailand, dan Afrika. 

Dijelaskannya juga, keberadaan arboretum bambu ini tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi air..

Tetapi juga sebagai penghasil oksigen dengan kapasitas 60 persen lebih tinggi dibandingkan tanaman lain.

"Sehingga membantu menciptakan lingkungan yang lebih sejuk di lingkungan pondok pesantren," ujarnya.

Nantinya, Mochammad Irvan Efrizal, pengembangan arboretum ini juga direncanakan akan menjadi wisata edukasi, area camping ground, gazebo, dan guest house.

Terpisah, perwakilan Ponpes Al Islam, Ustadz Hakim, mengungkapkan, pihaknya siap untuk menjalankan program konservasi bambu sebagai program unggulan menuju terwujudnya eco-pesantren.

Program konservasi bambu ini juga merupakan bagian dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) di Ponpes Al Islam, berfokus pada pemetaan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan budidaya bambu, baik pesantren maupun YABN. 

Ponpes Al Islam diedukasi konservasi bambu1
Edukasi program Eco-Pesantren berbasis konservasi bambu diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong diberikan bagi santri Ponpes Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat kelembagaan pesantren dalam menjalankan konservasi bambu secara berkelanjutan.

Selain penguatan kelembagaan, program ini juga memberikan pelatihan praktik pertanian alami kepada kalangan santri.

"Dengan harapan ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat dalam pengembangan budidaya bambu dan tanaman lainnya di masa depan," ucapnya. (aol)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved