Berita Banjarbaru

Dinkes Banjarbaru Deteksi 2 Suspek Monkeypox, Warga Diminta Waspada Bahaya Penularan Cacar Monyet

Dua suspek Virus Monkeypox terdeteksi di Kota Banjarbaru. Dugaan penularan cacar moyet itu diketahui saat pasien yang bersangkutan menjalani pemeriksa

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Edi Nugroho
Ilustrasi Tribunnews.com
Virus Monkeypox  

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dua suspek Virus Monkeypox terdeteksi di Kota Banjarbaru. Dugaan penularan cacar moyet itu diketahui saat pasien yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Erni Syafrida Noor, Kamis (5/9/2024).

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dua kasus suspek Virus Monkeypox itu ujar Erni dinyatakan negatif.

"Sudah diperiksa, di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Banjarbaru, hasilnya negatif," kata Erni.

Baca juga: Pemprov Kalsel dan BAZNAS Kalsel Perkuat Langkah dalam Gerakan Optimalisasi Zakat

Baca juga: Atlet Panjat Tebing Putri Kalsel Melaju ke Babak Semifinal PON XXI Aceh-Sumut di Nomor Ini

Meski demikian, masyarakat Banjarbaru ujar Erni tetap harus waspada terhadap penularan Virus Monkeypox.

"Karena sudah ada dua orang yang suspek, jadi kita wajib waspada. Meski MPox masih nihil di Kota Banjarbaru," jelasnya.

Berkaitan hal itu, saat ini pihaknya ujar Erni mulai intens melakukan pengamatan terhadap perkembangan Virus Monkeypox.

"Karena Mpox sudah di tahap waspada, maka dari kami Dinkes Banjarbaru mulai melakukan Surveilans aktif," jelas Erni.

Dijelaskan Erni bahwa Monkeypox tergolong virus berbahaya, karena memiliki tingkat resiko kematian yang tinggi.

Namun begitu, penularan Virus Monkeypox tidak mudah terjadi. Penularan virus tersebut jelas Erni lebih berisiko kepada orang yang melakukan hubungan sesama jenis.

"MPox ini lebih berisiko kepada mereka yang berprilaku LSL (Lelaki Suka Lelaki), dan umumnya penularan terjadi melalui kontak seksual dan tidak menutup kemungkinan penularan meluas ke kalangan lainnya," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved