Berita Tapin

Harga Cabai Besar Merosot, Petani di Tapin Kalsel Mengeluh

Petani cabai besar di Kabupaten Tapin mengeluh akibat merosotnya harga jual di pasaran belakangan ini. 

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)
Petani cabai besar di Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lok Paikat, Kabupaten Tapin memanen cabai, Selasa (10/9/2024). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Petani cabai besar di Kabupaten Tapin mengeluh akibat merosotnya harga jual di pasaran belakangan ini. 

Diungkapkan Rusmanadi, petani cabai di Kelurahan Bitahan, penurunan harga kali ini cukup besar, dari yang awalnya Rp23.000 per kilo kini hanya dihargai Rp13.000 untuk cabai merah. 

Adapun yang hijau kini hanya dibandrol Rp7.000 rupiah per kilo. 

Ditelisik terkait harga yang kurang bersahabat bagi petani ini, Rusmanadi mengaku dikarenakan pasokan dari daerah lain juga melimpah. 

Baca juga: Dua Korban Pendulangan Emas di Tanahlaut Kalsel Adalah Adik Kakak, Siang Ini Dikebumikan

Baca juga: Dedikasi untuk Rakyat

"Penyebab harga anjlok ya karena saat ini bisa dikatakan banjir buah dari daerah lain. Makanya harga jual murah," ucapnya, Selasa (10/9/2024). 

Tak hanya berjibaku dengan harga yang miring, Rusmanadi juga mengaku masih terkendala pengairan saat musim kemarau berlangsung. 

Dirinya harus merogoh kocek lebih untuk pengadaan pompa dan selang untuk penyiraman, agar produksi buah stabil. 

"Kalau bisa kita dibantu sumur bor dan peralatan siram, untuk membantu kendala ini," harapnya. 

Sementara itu, disampaikan Anang As'ari, Penyuluh Kecamatan Lok Paikat, kondisi kering memang berdampak buruk pada tanaman cabai dengan buah yang kurang berbobot. 

"Untuk penanganan, kita sudah lakukan dengan irigasi tetes dan ini cukup membantu produksi lebih baik," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri) 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved