Berita HSS

Warga Muning Nagara HSS Siapkan Rampatai Hadapi Banjir Tahunan

Warga di beberapa desa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan menyiapkan Rampatai atau papan peninggi lantai yang bisa dilepas pasang menghadapi banjir

Penulis: Hanani | Editor: Irfani Rahman
Dok Banjarmasinpost.co.id/Hanani)
Warga tidur di atas rampatai, yang juga sekaligus menjadi tempat makan, dan salat di Kabupaten HSS beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KANDANGAN- Warga Desa Muning Baru dan Muning Tengah Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan menyiapkan Rampatai atau papan peninggi lantai yang bisa dilepas pasang  menghadapi banjir tahunan yang biasa terjadi antara bulan Desember hingga Maret ke depan.

Warga yang tinggal di perairan rawa itu menyatakan menghadapi kondisi tersebut tiap tahun, namun memilih tidak mengungsi. 

Kamsiah, warga Muning Tengah kepada Banjarmasin post.co.id Minggu (27/10/2024) mengatakan, beberapa hari lalu kondisi lingkungan tinggal mereka, air mulai menggenang. "Sempat calap (air tinggi), tapi kembali surut setelah cuaca panas beberapa hari ini,"ungkap Kamsiah. 

Menurutnya, jika hujan intens tiap hari ditambah wilayah hulu Meratus mengalami banjir, dipastikan wilayah Daha terdampak, dimana air bisa tergenang berbulan-bulan."Bahkan pernah sampai 4 bulan,"ujarnya.

Baca juga: Kronologi Kelotok Santri Tenggelam di Aluhaluh Banjar, Satu Korban Ditemukan, Dua Masih Dicari

 Baca juga: Pria di Tabalong Babak Belur Dikeroyok Lima Orang, Diduga Dipicu Perkataan Sang Istri

Di atas Rampatai itulah warna beraktifitas, mulai makan salat dan tidur.

"Kalau kami sekeluarga sudah bikin bangunan baru dengan tongkat tiang lebih tinggi di belakang rumah, nyambung dapur untuk mengungsi. Jadi tidak pakai Rampatai lagi. Tapi Kebanyakan warga masih pakai Rampatai karena belum bisa meninggikan lantai rumah,"imbuhnya. 

Adapun sarana transportasi seperti sepeda motor diungsikan ke tempat lebih tinggi. Kebanyakan warga tak mengungsi, jelas Kamsiah karena tidak ada pilihan.

Kalau mengungsi ke tempat lain tak bisa  mencari nafkah, sehingga sedalam apapun banjirnya warga tetap bertahan. Di musim lingkungan rumah terendam warga beralih pekerjaan mencari ikan dari berkebun semangka dan sayuran selama musim panas. 

Sementara, terkait wilayah rawan bencana banjir, Kepala Pelaksana BPBD HSS Kusairi mengatakan, selain tiga Daha, hampir merata di seluruh kecamatan.

Namun untuk di wilayah hulu Loksado, Padang Batung, serta kota Kandangan jika terendam banjir tak sampai berhari-hari, karena cepat surut. Sedangkan di wilayah Daha dan Kalumpang merupakan siklus tahunan. 

Untuk wilayah rawan longsor, kata Kusairi meliputi wilayah  pegunungan di  Loksado, Padang Batung dan Telaga Langsat.  Menghadapi musim hujan tahun ini, peralatan seperti perahu karet dan peralatan pendukung lainnya kata Kusairi sudah disiapkan dan disiagakan.  

Termasuk personel yang mulai di  stanbye pada posko bencana di BPBD,  dibantu para relawan lainnya seperti PMK/ BPK dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) 

" Peringatan sudah kami sampaikan melalui media sosial dan elektronik bahwa saat ini kitabmemasuki musim peralihan dari kematian ke musim hujan. Lakukan persiapan antisipasi banjir ,angin puting beliung dan tanah longsor dengan kewaspadaan," kata Kusairi.

(Banjarmasin post co.id/hanani) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved