Kabar Kampus Politala

Politala Tegaskan Netralitas Kampus, Warning Mahasiswa yang Ditengarai 'Main Mata' dengan Paslon

Petinggi kampus Politala menegaskan kampus setempat tetap menjaga netralitas, tidak terseret pada arus politik mana pun

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Banyu Langit Roynalendra/Dok
GEDUNG Kampus Politala berdiri megah di kawasan Jalan A Yani Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Beberapa mahasiswa di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ditengarai bermain 'mata' dengan pasangan calon (paslon) bupati/wabup tertentu.

Pantauan media ini sejak beberapa pekan lalu hingga Selasa (29/10/2024), di warung-warung kopi di Kota Pelaihari, hal itu menjadi perbincangan warga. 

Pasalnya, beredar sejumlah video di grup social chat kehadiran beberapa anak muda yang di antaranya berstatus mahasiswa pada kegiatan salah satu paslon.

Apalagi di antara mereka ada yang menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan yang notabene selalu menggaungkan independensi. Bahkan beberapa waktu lalu juga mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjaga netralitas.

Hal tersebut disikapi serius oleh petinggi kampus Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala). Mereka menegaskan kampus setempat tetap menjaga netralitas, tidak terseret pada arus politik mana pun.

"Kami ingatkan kepada semua mahasiswa Politala, jangan berpolitik praktis karena hal demikian tidak sejalan dengan marwah dunia perguruan tinggi yang menjunjung tinggi netralitas," tegas Titik Wijayanti, wakil direktur Bidang Kemahasiswaan Politala.

Ia mengatakan secara personal mahasiswa yang telah berusia dewasa memang memiliki hak demokrasi, hak memilih. Namun hendaknya hak pilih tersebut tidak direfleksikan melalui sikap dukung mendukung salah satu paslon secara terbuka.

Walau pun hal tersebut dilakukan di luar kampus dan tidak menggunakan atribut apa pun yang berkaitan dengan kampus. Namun, kata Titik, publik tetap akan mengaitkan dengan status sebagai mahasiswa sehingga lembaga (kampus) akhirnya dapat menjadi terbawa-bawa.

"Karena itu kami ingatkan agar tidak ada mahasiswa Politala yang ikut-ikutan berpolitik praktis, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus karena efeknya tidak bagus bagi lembaga," timpal Ahmad Ziyad, humas Politala.

Titik maupun Ziyad mengatakan mahasiswa memang perlu dan wajib tahu mengenai dinamika dan perkembangan perpolitikan. Namun tidak boleh terseret pada arus politik, apalagi berada pada pusara dukung mendukung atau menjadi partisipan paslon. 

Direktur Politala Dr Hj Mufrida Zein SAg MPd
Direktur Politala Dr Hj Mufrida Zein SAg MPd (BPost/Dok)

Peran yang dapat dilakukan mahasiswa atau kampus yakni mendorong terwujudnya demokrasi yang bermartabat. Lalu, mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak sesuai hati nurani, bukan karena iming-iming lain. 

Kemudian, turut membantu penyelenggara pemilu dalam melakukan pengawasan agar pemilu berlangsung secara luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil).

Efek negatif lain yang juga harus disadari, jelas Titik, manakala paslon yang didukung ternyata kalah maka potensi masalah ke depannya menjadi terbuka. Misalnya ketika nanti mengajukan proposal atau beasiswa, dimungkinkan bakal menemui hambatan. (AOL)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved