Ekonomi dan Bisnis
Wacana Pelarangan BBM Subsidi untuk Ojol, Begini Kata Para Driver
Rencana Menteri ESD), Bahlil Lahadalia, untuk melarang penggunaan BBM)bersubsidi oleh pengemudi ojek online (Ojol) menuai beragam reaksi
Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk melarang penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pengemudi ojek online (Ojol) menuai beragam reaksi.
Para driver ojol, yang selama ini sangat bergantung pada BBM subsidi untuk menekan biaya operasional, menyampaikan keberatan mereka terhadap kebijakan tersebut.
Maulana (24), seorang driver Shopee Food asal Gambut, mengungkapkan bahwa BBM subsidi sangat membantu dalam menjalankan pekerjaannya.
“Dalam sehari, saya bisa menerima belasan hingga puluhan orderan, dengan penghasilan bersih sekitar Rp150 ribu setelah dipotong biaya bensin dan makan,” tuturnya, Senin (2/12/2024).
Baca juga: Viral Driver Ojek Online di Bogor Bersimpuh Minta Maaf Mukanya Bonyok, Ketahuan Remas Dada Wanita
Baca juga: Fakta Sosok Baskoro yang Jadi Sarjana Hasil Ojek Online, Raffi Ahmad Beri Hadiah Fantastis
Menurutnya, mengantre di SPBU setiap hari menjadi bagian dari siasatnya untuk mengurangi pengeluaran.
“BBM subsidi penting bagi kami. Jika wacana ini diterapkan, jelas kami keberatan karena pengeluaran akan naik,” keluh Maulana, yang juga harus merawat sepeda motornya secara mandiri sebagai armada utama dalam bekerja.
Serupa dengan Maulana, Angga (29), seorang driver Gojek asal Pasar Lama, mengakui bahwa BBM subsidi adalah salah satu kunci untuk mempertahankan penghasilan.
“Biasanya saya mengisi BBM subsidi jenis pertalite Rp30 ribu untuk dua hari. Kalau pakai non-subsidi, biayanya bisa sampai Rp50 ribu. Selisihnya lumayan, dan kalau ini dilarang, pasti pengeluaran kami akan membengkak,” ujarnya.
Baca juga: Bukan Warga Mampu, Pengemudi Ojol di Banjarbaru Ini Klaim Tetap Berhak Dapatkan BBM Subsidi
Angga juga menjelaskan penghasilan per harinya bergantung pada jenis order yang diterima.
“Kalau antar orang, komisinya belasan ribu. Tapi kalau order makanan, komisinya di bawah Rp10 ribu, tergantung jarak,” jelasnya.
Para driver ojol ini berharap pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi dari kebijakan tersebut.
Dengan penghasilan yang relatif kecil, mereka berpendapat bahwa BBM subsidi sangat membantu menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan kebutuhan hidup sehari-hari.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)
| Tiket ke Banjarmasin Tersedia Pertengahan April, Begini Daftar Harganya |
|
|---|
| PLN UID Kalselteng Berdayakan Masyarakat Lewat Bisnis Jamur Tiram, Begini Mekanismenya |
|
|---|
| KPP Banjarmasin Lengang, Manfaatkan Perpanjangan Waktu Wajib Pajak Lapor SPT |
|
|---|
| PLN Komitmen Kembangkan Energi Baru Terbarukan, Begini Tujuannya |
|
|---|
| Hanya Sehari Berjualan Jamu, Begini Nilai Sutini Raup Untung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Demo-pjoll.jpg)