Berita HSU

Ada Titian dan Arena Pacu, Ini Daya Tarik Wisata Kerbau Rawa di Hulu Sungai Utara 

Wisata kerbau rawa yang merupakan ciri khas dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) perlu terus dilestarikan.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Edi Nugroho
Ketua DPRD HSU untuk Banjarmasinpost.co.id
Titian menuju objek wisata kerbau rawa di Desa Bararawa yang proses pembangunannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Wisata kerbau rawa yang merupakan ciri khas dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) perlu terus dilestarikan.

Hewan endemik Kecamatan Paminggir ini memiliki keunikan dengan mampu berenang di lahan rawa dengan jarak yang jauh. 

Untuk mengembangkan objek wisata kerbau rawa ini, Pemerintah Daerah Kabupaten HSU mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan dengan melakukan pembangunan objek wisata di Desa Bararawa Kecamatan Paminggir. 

Ketua DPRD HSU Fadillah bersama beberapa anggota DPRD HSU lainnya, belum lama ini melakukan kunjungan ke objek wisata kerbau rawa di Desa Bararawa yang masih dalam tahap pembangunan. 

Baca juga: Petinju Kalsel Rebut Tiga Medali di Ambon, Kado untuk Danrem Baru

Baca juga: Mahasiswi Komunikasi ULM Ini Koleksi Tanaman Mini dan Suka Dekor Rumah

Menurutnya dengan adanya pengembangan objek wisata ini diharapkan mampu untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Untuk menuju ke objek wisata, para pemilik perahu motor akan mendapat keuntungan dengan mengantarkan wisatawan, para pedagang yang berjualan di sekitar objek wisata juga akan terbantu. 

“Selain itu juga jelas membantu dalam mengembangkan potensi objek wisata dan melestarikan keunggulan serta ciri khas daerah, dengan adanya objek wisata ini juga memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HSU, Syaifullah mengatakan saat ini pengembangan destinasi wisata kerbau rawa memang menjadi prioritas dari pemerintah provinsi. 

“Pembangunan yang dilakukan berupa bangunan utama, dermaga, titian serta arena pacu,” ujarnya. 

Rencananya akan mulai digunakan pada 2025 mendatang, wisatawan bukan hanya melihat keindahan alam hamparan daerah rawa namun juga menyaksikan kerbau rawa berpacu. Pihaknya juga mempersiapkan sumber daya manusia untuk pengelolaannya. 

Objek wisata berada di desa dan kawasan hutan, maka pengelolaan akan dilakukan melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) bekerjasama dengan pokdarwis.

“Promosi juga tengah dipersiapkan, agar keberadaan kerbau rawa ini bisa segera diketahui masyarakat,” ungkapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati).

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved