Berita HSU
Lestarikan Itik Alabio, Dinas Pertanian HSU Jalankan Program Potong Harga Pembelian Bibit
Untuk melestarikan itik alabio, Dinas Pertanian Kabupaten HSU menjalankan program bantuan untuk masyarakat dengan memberikan potongan harga
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Itik Alabio merupakan jenis itik yang menjadi ciri khas berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Sesuai namanya, itik alabio berasal dari Kecamatan Sungai Pandan yang lebih dikenal warga dengan sebutan Alabio.
Namun sayangnya populasi itik Alabio di Kabupaten HSU sangat berkurang jika dibanding dengan puluhan tahun lalu, harga anakan atau bibit itik alabio di pasaran juga jauh lebih tinggi jika dibanding dengan jenis itik lain seperti peking atau mojosari.
Untuk bibit itik alabio harganya bisa mencapai Rp 17.500 perekor sedangkan untuk itik jenis peking harga bibitnya harganya Rp 7.500 perekor.
Baca juga: Kini Dijual Per Biji, Ramai-ramai Berburu Telur Itik Omega di Pasar Sungai Lulut Banjarmasin
Baca juga: Belajar Beternak Itik dari Babinsa Kodim HST, Sertu Irwan Bisa Kantongi Rp4,5 Juta Semalam
Untuk melestarikan itik alabio, Dinas Pertanian Kabupaten HSU menjalankan program bantuan untuk masyarakat dengan memberikan potongan harga kepada masyarakat yang ingin membeli anakan itik alabio.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian HSU Hasbi mengatakan program ini mendapat anggaran dari insentif fiskal. Bekerjasama dengan pihak penyedia bibit itik alabio yang dijual di pasar alabio.
“Untuk harga perekor itik alabio mendapat potongan Rp 6.500 dengan usia satu hingga tujuh hari, sehingga warga bisa membeli dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan sejak Juni 2024 dan sudah terjual 14.606 ekor dengan harga yang mendapat potongan Rp 6.500. Anggaran yang disediakan untuk program ini adalah Rp 200 juta.
Saat ini masih belum terealisasi seluruhnya karena awalnya masih banyak yang ragu untuk membeli bibit itik alabio.
“Dari anggaran yang disediakan baru terealisasi Rp 94 juta karena program baru dimulai pertengahan tahun, saat ini sudah mulai banyak yang tertarik dan berharap dilanjutkan pada tahun depan,” ungkapnya.
Baca juga: Terinspirasi Peternak Itik, Guru dan Siswa SMKN 2 Amuntai Ciptakan Alat Parut Paya Bertenaga Surya
Diketahui untuk waktu pemeliharaan itik alabio betina yang petelur selama 5 bulan, sedangkan untuk itik alabio potong membutuhkan waktu 2,5 hingga 3 bulan.
Dengan adanya program ini diharapkan dapat melestarikan kembali itik alabio dan menambah jumlah populasi itik alabio di Kabupaten HSU. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)
| Debit Air Sungai Naik, Jalan Desa Kaludan Kecil HSU Terendam |
|
|---|
| Kulineran Sekaligus Menikmati Kesejukan Alam di Banjang HSU, Pengunjung Bisa Beri Makan Ikan |
|
|---|
| 504 Jemaah Calon Haji HSU Siap Bertolak ke Tanah Suci, Dibagi 3 Kloter, Cek Jadwal Keberangkatannya |
|
|---|
| Wakil Bupati HSU Hero Setiawan Kunjungi Seluruh KONI di Kalsel |
|
|---|
| Putus Kontrak, Pembangunan Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten HSU Terhenti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Proses-penjualan-bibit-itik-Alabio-di-Pasar.jpg)