Berita Tanahlaut

Cuaca Ekstrem Landa Tanahlaut, Tongkang pun Terdampar Hingga Pesisir Tabanio

Gelombang besar dan angin kencang merusak puluhan rumah di kampung nelayan Desa Muarakintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hari Widodo
Sutarno untuk BPost
INILAH kondisi rumah warga Muarakintap yang mengalami kerusakan terdampak gelombang besar, Senin (9/12) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Gelombang besar dan angin kencang pada Kamis (19/12/2024) malam merusak puluhan rumah di kampung nelayan Desa Muarakintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut

Cuaca ekstrem hingga Jumat (20/12) pagi juga berdampak terhadap kapal. Bahkan ada sebuah tongkang terseret gelombang ke perairan Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Tala.

Tongkang Bina Marine terdampar di pesisir Tabanio. Seluruh awaknya berhasil diselamatkan warga.

“Sekitar jam 10.00 Wita diketahuinya. Selamat semua, ada tujuh orang,” sebut Kepala Desa Tabanio Madiansyah kepada BPost.

Mereka diistirahatkan di rumah Ketua RT 11 Yahya. Kondisinya baik semua.

Setelah Jumatan atau sekitar pukul 15.45 Wita, mereka diantarkan pulang menggunakan ambulans.

“Pakai ambulans karena angkutan yang ada cuma ambulans,” kata Madiansyah.

Menurut Madiansyah, alamat kru tongkang beda-beda. Ada yang dari Alalak, Mantuil dan  Aluhaluh.

Mendengar kabar ini, aparat Polres Tala langsung meluncur ke lokasi.

Kasatpolairud Iptu Alamsyah Sugiarto menuturkan pihaknya menerima laporan warga Tabanio sekitar pukul 14.30 Wita.

Tongkang dalam keadaan kosong dan ada tujuh orang cleaning service.

“Warga mengevakuasi tujuh orang tersebut ke kediaman Pak Yahya,” kata Alamsyah mewakili Kapolres Tala AKBP Muhammad Junaeddy Johnny.

Tujuh awak tersebut yakni  Wahyu (22), Arifin (21), Hafis (16), Husni Nurin (22), Yanto (31),  Japar (27) dan Amirudin (52). Alamsyah menambahkan satu awak bertahan di tongkang yakni Rusdi (34).

Di Desa Muarakintap, gelombang besar kembali melanda permukiman di kawasan pantai, Kamis malam. Bahkan penuturan warga, level gelombang lebih besar dibanding malam sebelumnya.

Seperti sebelumnya, permukiman yang terdampak yakni di Muarakintap seberang atau Kampung Baru. Terutama di lingkungan RT 11 (Bugis Seberang).

 “Banyak rumah rusak. Ada 26 rumah yang rusaknya parah,” sebut Sugeng, warga setempat.

Rumahnya juga mengalami kerusakan. Beberapa lembar material dinding terlepas terkena gelombang.

Kerusakan bervariasi. Contohnya di rumah Amir, sebagian tongkat kayu rumah ada yang terlepas. Ada juga yang terlepas papan lantai titian, dan lainnya.

Dikatakannya, pasang besar air laut mulai terjadi setelah waktu asar. Puncaknya sekitar waktu magrib.

Saat malam, sebagian warga RT 11 pun mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat yang aman. Setelah surut barulah kembali ke rumah. Namun sebagian juga tetap ada yang bertahan.

Sugeng mengatakan berdasar pengalaman, kondisi ekstrem seperti ini masih akan berlangsung hingga akhir Januari 2025.

Karena itu pihaknya masih terus dilanda rasa waswas. Pemerintah diharapkan melanjutkan pembangunan tanggul penahan abrasi dan penahan gelombang untuk mengamankan permukian setempat. (roy)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved