Barito Putera

Banding PSM Makassar Dikabulkan, Supporter Barito Putera Pertanyakan Integritas Kompetisi

Banding PSM Makassar terkait kasus 12 pemain di BRI Liga 1 2024/2025 menuai polemik di kalangan pecinta sepak bola nasional. temasuk dari Bartman

Foto ist
Saat laga PSM Makassar vs Barito Putera di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (22/12/2024). 

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Keputusan Komite Banding (Komding) PSSI yang mengabulkan banding PSM Makassar terkait kasus 12 pemain di BRI Liga 1 2024/2025 menuai polemik di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Dengan dikembalikannya tiga poin PSM Makassar, kekecewaan muncul dari berbagai pihak yang merasa keputusan ini mencederai integritas kompetisi.

Sebelumnya, Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah mensanksi hukuman kepada PSM Makassar setelah insiden pemain dalam pertandingan melawan Barito Putera

Hukuman tersebut mencakup kekalahan WO (Walkover) 0-3 dan denda Rp90 juta. Namun, keputusan itu dibatalkan oleh Komding PSSI setelah PSM Makassar mengajukan banding.

Ketua Suporter Barito Putera Tribun Tertutup (Sop Buntut), Iskandar, mengungkapkan rasa kecewanya atas keputusan tersebut.

Baca juga: Putaran Kedua, Coach RD Bidik Kemenangan Barito Putera atas Persija Jakarta

Baca juga: Jamu Persija, RD Berharap pada Amunisi Baru Barito  Putera

"Dengan dikabulkannya banding PSM, tentu sangat mengecewakan kami sebagai pendukung Barito Putera. Kita tahu PSM bermain dengan 12 orang, meskipun di menit-menit akhir, tetap saja itu memengaruhi jalannya pertandingan. Saat fokus menyerang, mereka justru bermain dengan 12 pemain, tentu itu menyulitkan," jelasnya, Jumat (10/1) pagi.

Dia menambahkan bahwa keputusan ini menunjukkan inkonsistensi dalam penegakan aturan yang sudah tertulis.

"Seharusnya PSM tetap dihukum sesuai aturan, yaitu kalah WO 3-0 dan denda Rp 90 juta. Namun, dengan dikabulkannya banding ini, Komding justru mengabaikan aturan yang sudah tertulis. Ini tentu mengecewakan semua pecinta sepak bola yang berharap regulasi ditegakkan dengan adil," lanjutnya.

Senada dengan Iskandar, Ketua Barito Mania (Bartman), Dedy Sattardi, menilai bahwa keputusan ini mencerminkan kurangnya ketegasan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga.

"Dalam kasus ini, PT LIB tidak menunjukkan ketegasan. Sudah sangat jelas ada aturan yang dilanggar, tetapi justru Komding memberikan keputusan yang menguntungkan PSM. Ini sangat mengherankan," ucapnya.

Keputusan ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan PSSI dan perangkat kompetisi sepak bola nasional. Kepercayaan publik terhadap integritas kompetisi pun semakin dipertanyakan.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved