Religi

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Digabung Qadha Ramadhan Bolehkah? Buya Yahya Beri Penjelasan

Buya Yahya menerangkan hukum niat Puasa Senin Kamis digabung dengan puasa wajib di antaranya Qadha Puasa Ramadhan.

Editor: Mariana
TRIBUN TIMUR
PUASA SENIN KAMIS - Ilustrasi. Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dan keutamannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya menerangkan hukum niat Puasa Senin Kamis digabung dengan puasa wajib di antaranya Qadha Puasa Ramadhan.

Lafadz niat Puasa Senin Kamis dalam Bahasa Arab, dilengkapi lafal latin dan artinya bisa disimak di artikel ini.

Disampaikan Buya Yahya, menggabungkan niat puasa sunnah yang satu dan lainnya hukumnya mubah atau boleh dilakukan.

Sementara itu, Buya Yahya mengungkapkan puasa wajib misalnya utang Puasa Ramadhan dan puasa nazar tidak bisa digabung niatnya dengan puasa sunnah, termasuk dalam hal ini Puasa Senin Kamis.

Kini berada di bulan Syaban 1446 Hijriyah, bulan kedelapan dalam sistem penanggalan Islam.

Baca juga: Kumpulan Quotes Nisfu Syaban 2025, Cocok Dijadikan Caption dan Status di Media Sosial

Baca juga: Penampakan Ijazah SMA Jadi Bungkus Ikan Lele Bakar, Dikembalikan ke Pemilik Lewat Pihak Sekolah

Sebagaimana diketahui, besok adalah hari Kamis (6/2/2025) umat Islam dianjurkan melaksanakan Puasa Senin Kamis

Di bulan Syaban terdapat amalan sunnah sebagaimana di bulan-bulan lain, yakni Puasa Senin Kamis.

Buya Yahya menerangkan apabila puasa sunnah lainnya bertepatan di hari Senin atau Kamis, maka boleh digabung dengan Puasa Senin Kamis, sebab puasa sunnah dengan sunnah lainnya boleh digabung menjadi satu.

"Sunnah yang dikumpulkan dalam puasa boleh digabung, kalau sholat tidak. Namun kalau puasa sunnah digabung dengan puasa fardhu tidak boleh," terang Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Nilai pahalanya bagi umat Islam yang melaksanakan beberapa puasa sunnah, akan mendapat dua pahala atau lebih sekaligus, tergantung berapa jenis puasa yang digabung.

Sedangkan menggabung puasa wajib dengan puasa sunnah hukumnya tidak sah atau tidak boleh dilakukan.

Misalnya pada 10 Muharram ada yang ingin sekaligus Puasa Asyura dan qadha utang Ramadhan, tidak boleh demikian.

"Namun, jika ada yang ingin qadha puasa Ramadhan pada tanggal 10 Muharram, bayar saja utang tanggal 10 itu dengan niat bayar utang Ramadhan, sah," tutur Buya Yahya.

Adanya demikian, akan mendapatkan pahala qadha atau utang puasa terlunasi sekalian mendapatkan pahala puasa Asyura dan puasa Senin Kamis.

Namun, dalam pelaksanaannya tidak perlu memasukkan niat puasa sunnah, cukup niat qadha saja.

Buya Yahya menjelaskan niat puasa tidak harus diucapkan secara lisan menggunakan lafadz dalam Bahasa Arab.

"Kalau Anda ucapkan boleh-boleh saja, dipermudah saja, gara-gara diajari niat Bahasa Arab lalu tidak hafal kemudian tidak puasa nanti. Yang penting sebut nama puasanya misal Ya Allah hamba ingin puasa Kamis nanti, Allah sudah paham," paparnya.

Waktu pelaksanaan niat dimulai saat maghrib sehari sebelum hari berpuasa atau bisa disebut malam harinya sebelum esok berpuasa. Ini karena maghrib telah masuk waktu berikutnya dalam aturan Islam.

Cara berniat untuk puasa Asyura, Buya Yahya mencontohkan langsung saja menyebut nama puasanya dalam hati, misalnya Aku niat puasa Asyura. Namun yang terbiasa melafadzkannya bisa mengucapkan niat tersebut sesuai lafadz niat yang ada di artikel ini.

Adapun cara menggabungkan niat puasa sunnah, misalnya Puasa Asyura dengan Puasa Senin Kamis, langsung saja niat disebutkan satu persatu.

Qadha Puasa Ramadhan

Bacaan Niat Qadha Puasa

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Niat Puasa Senin Kamis

Niat Puasa Hari Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala

Artinya: "Saya niat puasa pada hari Senin, sunah karena Allah Ta’aalaa."

Niat Puasa Hari Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa pada hari Kamis, sunah karena Allah Ta’aalaa."

(Banjarmasinpost.co.id)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved