Berita HSS
Praktik Sunat bagi Perempuan di HSS Jarang Terdengar, Begini Risiko Mungkin yang Terjadi
Dinkes HSS ungkap hal ini mengenai sunat bagi perempuan yang saat ini jarang terdengar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Penulis: Adiyat Ikhsan | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sunat (khitan) bagi perempuan mulai mulai jarang terdengar bagi perempuan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baik Icha dan Aira warga Kandangan ini pun mengaku, telah jarang mendengarnya.
“Setahu saya, sunat pada perempuan dilakukan dilakukan usai bayi lahir. Tapi entah sekarang, karena jarang mendengarnya lagi,” kata Aira, Kamis (6/2/2025).
Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) HSS pun mengakui, hampir tidak pernah lagi mendengar sunat bagi perempuan untuk sekarang. Adapun pernah, itu sudah lama dilakukan oleh masyarakat dari kebiasaan atau tradisi orang tua dulu.
Kabid Kesehatan Masyarakat di Dinkes HSS, Latipah mengatakan pihak Dinkes memang tidak menganjurkan untuk dilakukan sunat pada perempuan, khawatir kemungkinan terjadinya pendarahan.
Baca juga: Perkuat Daya Saing Produk Lokal HSS Melalui Inacraft 2025
Baca juga: Ketersediaan Gas Elpiji 3 Kg di HSS Masih Aman, Harga di Pengecer Rp 25 Ribu
“Jadi teman-teman Bidan memang hampir tidak mau melakukan sunat ini. Memang tidak ada larangan, tapi kalaupun ada warga yang ingin minta di sunat, kami juga memberikan gambaran, menyampaikan tentang yang dikhawatirkan,” terangnya.
Selama ini, pihak kesehatan tidak pernah melakukan sosialisasi dan mengumpulkan orang banyak terkait dampak dari sunat pada perempuan ini ke masyarakat.
Diakuinya, di masyarakat hampir tidak pernah terdengar melakukan khitan atau sunat ini.
Dari pandangan kesehatan pun, tidak memberikan dampak bagi perempuan, berbeda dengan laki-laki yang memang seharusnya dilakukan sunat dan bagus untuk kesehatan.
“Kalau dilakukan bagi perempuan malah mengkhawatirkan, terjadi pendarahan,” terangnya.
Ia, meyakinkan meskipun tidak di sunat bagi perempuan, tidak masalah dari segi kesehatannya.
Dinkes menegaskan tidak pernah mengajukan warga agar melakukan khitan bagi perempuan, begitupun pihaknya tidak memberikan larangan, sehingga dikembalikan ke orang tua masing-masing anak.
Namun, pihaknya tetap memberikan edukasi, adanya resiko yang terjadi bilamana ada orang tua ingin anaknya minta di sunat ke pihak kesehatan atau bidan.
(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)
| Tersangka Pembunuhan di Gambah HSS Bersembunyi di Paramasan Atas Banjar, Bekerja Mendulang |
|
|---|
| Kabur 7 Tahun Usai Menghabisi Nyawa Teman di Gambah, Pemuda HSS Diringkus di Rumah |
|
|---|
| Sukses Panen Jagung Pipil, Polsek Kalumpang HSS Kini Lanjutkan Penanaman di Lahan Lima Borong |
|
|---|
| Siti 4 Tahun Berjuang Melawan Kanker hingga Pulih, Jalani Perawatan di RSUD Hasan Basry Kandangan |
|
|---|
| Sungai Tanuhi Loksado HSS Meluap, Warna Air Coklat dan Arus Sangat Deras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kantor-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Hulu-Sungai-Selatan-HSS.jpg)