Berita HSU

Turap Jalan Sungai Turak di Amuntai Utara HSU Semakin Miring, Begini Kondisi Terakhirnya

Jalan Desa Sungai Turak Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sudah dibuka untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati
LONGSOR - Turap di Sungai Turak untuk penahan agar tidak longsor sudah semakin miring condong ke arah Sungai Tabalong, Sabtu (8/2/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Jalan Desa Sungai Turak Kecamatan Amuntai Utara  Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sudah dibuka untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, untuk kendaraan bermuatan masih menggunakan jalan alternatif.
 
Pengguna jalan juga masih harus bergantian saat melintasi jalan yang ambles tersebut. Warga membantu mengatur lalu lintas agar pengguna jalan bisa melintas bergantian. 

Jalan ini sempat ditutup total karena sempat tergenang pada saat puncak musim hujan. Jalan alternatif yang digunakan adalah jalan di Desa Sungai Turak dan juga di jalan Kecamatan Banjang. 

"Jika tidak dijaga warga yang melintas sulit bergantian, apalagi kalau malam, sepi dan gelap" ujar Udin, seorang warga yang melakukan penjagaan, Sabtu (8/2/2025).

Dari lokasi tersebut juga turap yang terbangun  untuk penahan agar tidak longsor sudah semakin miring hingga condong ke arah sungai Tabalong.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Turap adalah campuran semen, air, dan pasir yang digunakan untuk melekatkan (melepa) batu bata dan sebagainya agar menjadi tembok, dinding pelabuhan dan sebagainya atau salutan (lapis) semen pasir pada tembok dan sebagainya. 

Secara garis besar, Turap adalah konstruksi batu kali yang berfungsi untuk menahan tekanan tanah dan mencegah longsor. 

Turap yang atau dinding penahan ini dibangun pada 2023 untuk mencegah longsor. Sayangnya, turap tidak mampu menahan kekuatan jalan hingga menyebabkan jalan ambles.

Apalagi, yang melintas bukan saja kendaraan roda dua dan empat, melainkan juga truk bermuatan berat yang datang dari Tabalong maupun Banjarmasin dan sekitarnya. 

Kedalaman amblesnya jalan sekitar 1,5 meter. Bahkan, di titik terdalam hampir mencapai dua meter. Rencana perbaikan akan dilakukan pada 2025. 

Dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sebelumnya mengatakan pengerjaan perbaikan dilakukan pada awal tahun 2025. 

Kepala Dinas PU HSU, Amos Silitonga mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPJN Kalsel memastikan mengenai rencana pembangunan. 

"Belum lama ini kami melakukan komunikasi dengan BPJN, karena rencana awal kontrak pengerjaan jalan di Sungai Turak sudah dimulai sejak awal tahun namun dari BPJN mengatakan masih berkoordinasi dengan pusat mengingt adanya refokusing anggaran," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved