Berita Tapin

Tapin Simulasi Cek Kesehatan Gratis, Puskesmas Perlu Stik Kolesterol

Dinas Kesehatan Tapin menggelar simulasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) Ulang Tahun (Ultah) secara serentak di 13 Puskesmas

Editor: Hari Widodo
Isro untuk BPost
SIMUKASI CKG - Simulasi dan pemeriksaan Program Kesehatan Gratis (PKG) di Puskesmas Tapin Utara, Kelurahan Rantau Kanan, Kabupaten Tapin, Senin (10/2/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin melalui Dinas Kesehatan melaksanakan simulasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) Ulang Tahun (Ultah) secara serentak di 13 Puskesmas, Senin (10/2/2025).

Menggunakan tenaga kesehatan sebagai peserta CKG, Puskesmas menerapkan alur pelayanan untuk diterapkan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tapin, H Isro Antarikso SKM, M.Kes, mengatakan simulasi disesuaikan dengan ketersediaan bahan medis habis pakai di masing-masing Puskesmas.

“Sambil memenuhi apa saja kebutuhan alat kesehatan untuk menunjang pelaksanaan cek kesehatan gratis,” katanya saat dihubungi BPost, Selasa (11/2/2025).

Sebagai percontohan, Puskesmas Tapin Utara Jalan Kesehatan, Kelurahan Rantau Kanan menjadi pusat simulasi.

Menurut Isro, dalam pelaksanaannya nanti, CKG akan terus dievaluasi dan diperbaiki. Dinkes juga mengusulkan tambahan bahan medis habis pakai dan alat kesehatan yang belum tersedia di Puskesmas.

“Salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah stik kolesterol yang masih terbatas,” katanya.

Selain kekurangan stik kolestrol, kendala lain yang dihadapi adalah jaringan internet yang lemah di beberapa kecamatan.

Hal ini bisa berimbas pada penerapan aplikasi Satu Sehat, yang menjadi bagian penting dalam sistem pencatatan layanan kesehatan.

Adapun data sasaran CKG telah diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta peserta BPJS Kesehatan.

Dengan adanya simulasi ini, diharapkan layanan CKG dapat lebih siap ketika diterapkan secara penuh kepada masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah pusat benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Tapin.

Kendati belum diterapkan di banyak daerah, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji program CKG yang diluncurkan di Indonesia pada Senin (10/2).

Tedros berharap, negara lain turut membuat program cek kesehatan serupa sebagai upaya pencegahan beragam penyakit.

Hal itu disampaikan Tedros melalui media sosial X yang dikutip Tribun, Selasa. “Kami menyerukan semua negara untuk melakukan pencegahan penyakit dan deteksi dini,” tulis Tedros.

Masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan tiga momentum ini untuk bisa mengikuti CKG. Pertama, saat ulang tahun bagi mereka yang berusia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di puskesmas dan klinik.

Kedua, CKG sekolah dimulai Juli 2025 untuk mereka yang berusia 7-17 tahun. CKG sekolah ini akan dilakukan saat tahun ajaran baru di sekolah.

Ketiga, CKG khusus diperuntukan bagi ibu hamil dan balita di puskesmas dan posyandu. (Tribun Network/tar)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved