Berita Tanahlaut

Disdikbud Tanahlaut Segera Ujicoba Program Makan Bergizi Gratis Secara Mandiri di Sekolah Ini

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto saat ini mulai dilaksanakan secara bertahap di beberapa

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Edi Nugroho
BPOST GROUP/BANYU LANGIT ROYNALENDRA NARESWARA
MAKAN BERGIZI-Pelajar SDN Pabahanan saat mengikuti kegiatan kepramukaan dua tahun lalu. Ujicoba MBG secara mandiri akan dilaksanakan di sekolah ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto saat ini mulai dilaksanakan secara bertahap di beberapa tempat di negeri ini.

Catatan media ini, Minggu (16/2/2025), di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), piloting MBG dilaksanakan di Kota Banjarmasin. Sementara itu di daerah (kabupaten) masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

Meski demikian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala dalam waktu dekat akan melaksanakan ujicoba MBG secara mandiri.

Di sekolah mana? "Di SDN Pabahanan. Sumber dananya dari donatur," sebut Kepala Disdikbud Tala Abdillah.

Baca juga: Siap Sambut 100 Ribu Peserta, Persiapan Haul Guru Zuhdi di Banjarmasin Terus Dimatangkan

Baca juga: Kabur Saat Dirawat di RS, Pencuri Motor di Banjarbaru Ini Diringkus di Halaman Rumah Mertua

Ia mengapresiasi pada donatur tersebut yang merasa terpanggil untuk menyukseskan program MBG tersebut, lalu berkomunikasi dengan pihak SDN Pabahanan untuk melaksanakan ujicoba.

Dikatakannya, ujicoba tersebut direncanakan selama tiga hari dimulai pada 25 Februari 2025 pekan depan. Sehari sekali makan yakni jam istirahat siang.

"Di tengah belum adanya kejelasan mengenai anggaranya, kita ingin melihat dulu, mencoba seperti apa nanti hasilnya. Piloting dulu sehingga nanti bisa memberi masukan kepada pemerintah," papar Abdillah.

Pada ujicoba tersebut juga disesuaikan anggarannya yakni Rp 10 ribu per porsi. Ada lauknya seperti ayam goreng, sayuran, tempe goreng, buah (pisang), dan susu.

Abdillah mengatakan teknis ujicoba MBG tersebut akan melibatkan komite sekolah, mulai dari penyiapan masakan hingga membagikan kepada anak didik. 

Dengan jumlah murid di SDN Pabahanan sebanyak 180 orang, diyakini masih cukup mampu ditangani oleh komite setempat.

Pihaknya mencoba pola tersebut (melibatkan komite) guna melihat keefektifannya dibanding melalui vendor atau pihak ketiga.

Ia mengatakan ketika penyediaan MBG melalui vendor yang menyediakan dalam porsi besar misal hingga 3.000 porsi, dirisaukan ada potensi sayur basi karena terlampau banyak yang harus dilayani. 

Hal tersebut didasarkan pengalaman sementara ini di daerah yang menjadi piloting pemerintah pusat pada ujocoba pelaksanaan program MBG.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved