Berita Banjarbaru

Daftar Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Beredar, Muhidin Pilih Mantan Pejabat dan Politisi

Daftar nama Tenaga Ahli Gubernur (TAG) untuk Pelaksanaan Percepatan Pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
Dokumentasi Banjarmasinpost.co.id
KANTOR GUBERNUR- Ilustrasi: suasana di depan kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru. (Arsip 2023) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Daftar nama Tenaga Ahli Gubernur (TAG) untuk Pelaksanaan Percepatan Pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) beredar di publik.

Daftar tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 100.3.3.1/091/KUM/2025, yang menetapkan susunan tenaga ahli dengan cap stempel resmi serta ditandatangani oleh Gubernur Kalsel, Muhidin.

Keputusan ini muncul menjelang pelantikan Muhidin dan Hasnuryadi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025.

Dalam susunan tenaga ahli, terdapat 14 orang yang terbagi ke dalam tiga tim utama.

Baca juga: Sempat Kabur, Mantan Kades Sungai Alat Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Banjarmasin

Baca juga: Banjir Rendam Permukiman di Bantaran Sungai Tapin, Warga Kelurahan Rangda Mulai Terdampak

Pertama, Kebijakan Pembangunan Daerah: Nurul Fajar Desira (mantan pejabat Pemprov Kalsel), Sugiarto Sumas, Rahmah Norlias (eks anggota DPRD Kalsel dari PKB), M Risky Aspan Ali Auda (orang dekat Muhidin), dan Afrizaldi (Wakil Ketua DPW PAN Kalsel sekaligus mantan anggota DPRD Banjarmasin).

Kedua, Pemantapan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah: M Tasriq Usman (eks calon legislatif DPRD Kalsel 2024 dari Demokrat, serta anggota Timsel KPID Kalsel 2025-2028), Arifin Noor (Wakil Wali Kota Banjarmasin 2020-2025), M Habibie, dan Norrifat.

Ketiga, ada tim Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Daerah: Muhammad Amin (Ketua Timsel KPID 2025-2028, anggota tim pemenangan Muhidin-Hasnur), Khalikin Nor (orang dekat Hasnuryadi Sulaiman), Ansari, Ilham, dan Muhammad Aldi Muammar.

Dari beberapa nama yang dikonfirmasi oleh Banjarmasin Post, hanya Rahmah Norlias yang memberikan respons. Ia mengaku belum menerima salinan resmi SK tersebut.

"Saya belum dapat yang print out. Baru dapat dari medsos saja," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/2/2025).

Sampai sekarang, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur maupun Pemprov Kalsel. Muhidin dan Hasnuryadi diketahui sedang di Jakarta usai melaksanakan tes kesehatan pada Senin (17/2/2025) jelang pelantikan.

Sebelumnya, Muhidin sempat menyatakan akan merekrut tenaga ahli dan staf khusus setelah pelantikannya. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

"Kalau dananya cukup, kita akan mencoba nanti," kata Muhidin saat peluncuran Kapal Wisata Pinisi Barito River Cruise di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (12/2/2025).

Ia juga mempertimbangkan untuk melibatkan pensiunan guna mendukung pembangunan daerah.

Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakhrullah sempat mengingatkan kepala daerah untuk tidak mengangkat pegawai baru, termasuk staf khusus maupun tenaga ahli, sebelum pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) diselesaikan.

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat seleksi CPNS dan P3K di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada awal Februari 2025.

"Maka anggaran difokuskan untuk pengangkatan P3K. Jangan angkat tenaga ahli, baik yang melekat pada kepala daerah maupun yang ditempatkan di OPD-OPD," kata Zudan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2025).

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved