Berita HST

Bappelitbangsa Pastikan tak Ada Kemiskinan Ekstrem di HST

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhidin, memastikan tidak ada kemiskinan ektrem di Bumi Murakata.

Tayang:
Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
(Banjarmasin Post/Hanani).
Kepala Bappelitbangda HST Muhidin memaparkan evaluasi program pembangunan, di forum Konsultasi Publik, RKPD 2026, Selasa (25/2/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Kepala Bappelitbangda Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhidin, memastikan tidak ada kemiskinan ektrem di Bumi Murakata.

Sebagaimana tidak ada orang kaya yang kaya sekali. Meski demimikian, secara angka, tingkat kemiskinan masih di 5,81 persen. Diakui untuk angka kemiskinan, posisi HST diatas Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Menurut Muhidin,  karena pertumbuhan ekonomi dan produksi pertanian di kabupaten tetangga itu meningkat tajam. Sedangkan di HST, pemanfaatan lahan rawa belum maksimal. Masalahnya, saat kemarau ditumbuhi jenis rumput susupan laki. Uutuk mengatasinya, efektifnya dengan cara dibakar.

 “Tapi pembakaran hutan dan lahan dilarang Undang Undang,”katanya saat memaparkan evaluasi program pembangunan, di forum Konsultasi Publik, RKPD 2026, Selasa (25/2/2025). 

Baca juga: Jelang Puncak Pelaksanaan Haul ke-5 Guru Zuhdi, Ratusan Ribu Jemaah Mulai Padati Lokasi Acara

Baca juga: Pimpin Forum Konsultasi Publik RKPD 2026, Wabup HST: Efesiensi tak Pangkas Sektor Sangat Penting   

Selain itu, kata Muhidin, pada 2023, HST dinilai tidak inovatif, karena beberapa inovasi yang dilakukan tidak tercatat secara administrasi.

“Baru berubah menjadi kabupaten inovatif setelah seluruh SKPD membuat inovasi, dilengkapi secara administrasi dan didaftarakan ke Mendagri. 

“Sebelumnya, inovasinya ada, namun secara administrasi tidak terdaftar, sehingga tertolak di Kemndagri,”jelasnya lagi.

Hasil evaluasi lainnya sebut Muhidin, terkait kualitas lingkungan hidup, khususnya kualitas udara yang makin meningkat, seiring Gerakan penghijauan.

“Tantangan ke depan, adalah kualitas air. Sedangkan capaian terendah di bawah 95 persen, ada pada infrastruktur dasar. Capaian dibawah itu dinilai rendah,”imbuhnya.

Forum Konsultasi Publik, lanjut dia menghimpun aspirasi dan masukan, dari masyarakat terkait rancangan awal RKPD , serta rencana keuangan Pemkab HST yang melibatkan akademisi.

 Adapun hal yang perlu menjadi perhatian dalammeyusun rencana kerja, 2026, meliputi pemenuhan standar pelayanan minimal, Pengarusutamaan Gender, berwawasan Kesehatan, efektivitas dan efesiensi anggaran, serta memperhatikan masyarakat yang memerlukan bantuan baik hibah,bansos untuk segera menyampaikan proposal pada Maret-April mendatang.

 Sedangkan isu pembangunan, di HST meliputi belum optimalnya pembangunan SDM yang sehat berbasis Iptek danImtaq, kontribusi ektor ekonomi potenisal dan pengentasan kemiskinan yang belum optimal, termasuk reformasi birokrasi , pengembangan kehidupan sosial budaya yang harmonis, pemerataan infrastruktur dan terjadinya peribahan iklim , peningkatan pencematan serta kerusakan lingkungan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved