Berita Banjarbaru

Pancaroba Berlangsung hingga Jelang Lebaran, Pemprov Kalsel Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Pemprov Kalsel mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Idul Fitri 1446 H dengan meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai sektor.

|
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)
BANJIR-Merendam ruas Jalan Martapura Lama, Desa Gudang Tengah, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalsel pada 26 Januari 2025. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Idul Fitri 1446 H dengan meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai sektor.

Imbauan kewaspadaan disampaikan langsung oleh Gubernur Kalsel, Muhidin, mengingat curah hujan tinggi diprediksi masih berlanjut hingga akhir Maret.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menyebutkan, Pemprov Kalsel telah menginstruksikan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi terkait untuk memperkuat mitigasi bencana.

“Tindakan yang dilakukan mencakup normalisasi sungai, pemeliharaan bendungan dan saluran air, serta peningkatan koordinasi antarinstansi. Kami juga memperkuat regulasi kebencanaan dan mengembangkan inovasi guna mengurangi dampak hujan ekstrem,” ujar Bambang, Selasa (11/3/2025).

Baca juga: Disdik Banjarmasin Revisi Jadwal Belajar saat Ramadan, Hari Libur Siswa Bertambah Sepekan

Baca juga: Bikin Macet Jalan, Tumpukan Sampah Meluber ke Jalan HKSN Banjarmasin

Selain itu, Pemprov Kalsel juga mengandalkan peran aktif masyarakat dan sektor swasta dalam upaya mitigasi.

Bambang mengatakan, Gubernur Muhidin telah menginstruksikan penyebaran informasi darurat melalui media sosial, radio, dan media massa agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana.

Langkah antisipasi ini sejalan dengan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang mencatat bahwa bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir dan tanah longsor, mendominasi kejadian bencana di Indonesia sepanjang 2025.

Kepala BNPB, Suharyanto, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang digelar secara virtual (10/3/2025), menyampaikan bahwa Maret-April merupakan periode transisi dari musim hujan ke kemarau atau pancaroba. Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat dalam durasi singkat, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

“BNPB telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh BPBD di Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan tanah longsor, terutama saat Ramadan dan libur Idul Fitri,” ujar Suharyanto.

Di sisi lain, Pemprov Kalsel juga menghadapi tantangan ekonomi akibat cuaca ekstrem. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan menyatakan, pemerintah telah menggelar operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Cuaca ekstrem bisa berdampak pada distribusi barang. Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan pedagang agar stok tetap aman dan harga terkendali,” ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved