Ekonomi dan Bisnis

Inflasi Kotabaru Tertinggi di Kalsel, Imbas Normalisasi Diskon Tarif Listrik

Inflasi tertinggi untuk Maret 2025 terjadi di Kabupaten Kotabaru (3,16 persen mtm) dan terendah di Kota Banjarmasin (1,13 persen mtm)

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BI Kalsel untuk BPost
PENGENDALIAN INFLASI - Upaya BI Kalsel dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan serta mitra strategis terus melakukan sinergi dan kolaborasi guna menjaga stabilitas inflasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bank Indonesia Kalsel mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kalimantan Selatan pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,59 persen (mtm) atau 1,20 persen (yoy).

Februari 2025 -0,39 persen  (mtm), 25 persen(yoy), Maret 2024 0,62 persen (mtm) 2,58 persen (yoy) dan rerata 3 tahun 0,77 persen (mtm) 4, 26 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi memaparkan tingkat inflasi kota/kabupaten di Kalsel selama Maret 2025.

Tanjung 1,31 persen (mtm), Tanahlaut 2,06 persen (mtm) serta HST 2,40 persen (mtm). 

Baca juga: Sidak Pasar Bauntung Banjarbaru, Tim Pengendali Inflasi Daerah Temukan Produk Tanpa Logo Halal

Baca juga: Strategi Tekan Inflasi di Kalsel, Gubernur Muhidin Dorong Budi Daya Ikan Gabus

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kotabaru (3,16 persen mtm) dan terendah di Kota Banjarmasin (1,13 persen mtm).

"Inflasi ini utamanya disebabkan oleh normalisasi kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan dengan daya 2200 VA ke bawah yang telah berakhir khususnya untuk pelanggan prabayar," jelasnya.

Sementara penahan inflasi Maret 2025 antara lain komoditas angkutan udara menjadi penahan Inflasi Maret sejalan dengan kebijakan diskon tarif tiket.pesawat sebesar 13-14 persen menjelang HBKN Idulfitri 1446H.

"Bank Indonesia Kalsel dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan serta mitra strategis akan terus melakukan sinergi dan kolaborasi guna menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Selatan," jelas Fadjar.

Adapun langkah pengendalian Inflasi yaitu TPID Kalsel melaksanakan operasi pasar murah/GPM sebanyak 99 titik di berbagai kab/kota di Kalsel.

"Selain itu, telah dilaksanakan Panen raya padi serentak di 8 kabupaten di wilayah Kalsel mencapai dengan total luasan 20 ribu hektar. Pada periode tersebut juga diadakan launching kajian BUMD pangan dalam rangka meningkatkan kelancarandistribusi dari hulu-hilir," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved