Kecelakaan di Gunung Kayangan

Kisah Mahasiswa UIN Antasari yang Selamat di Kecelakaan Gunkay, Buka Mata Lihat Teman Tergeletak

Ini penuturan salah satu mahasiswa UIN Antasari yang selamat pada kejadian kecelakaan lalu lintas di Gunung Kayangan

Tayang:
Penulis: Saiful Rahman | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasinpost.co.id/saifurrahman
FAKULTAS SYARIAH - Salah satu korban yang selamat pada kecelakaan maut di Gunung Kayangan adalah mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari, ini kisahnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang membuat tiga mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin di kawasan Gunung Kayangan (Gunkay) Kabupaten Tanahlaut (Tala) meninggalkan duka bagi banyak orang.

Salah satu korban selamat dari kecelakaan maut tersebut adalah Sabda Nur Alim, mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari.

Seperti diketahui  kecelakaan yang terjadi pada Rabu (7/5/2024) itu melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza yang membawa 8 mahasiswa UIN Antasari.

Berikut penuturan satu korban selamat  Sabda Nur Alim yang dituturkan kepada Miftah Faridh SHI, MHI, Sekretaris Prodi Perbandingan Mazhab Fakultas Syariah.

Ia mengungkapkan bahwa Sabda Nur Alim adalah mahasiswa bimbingannya yang mengalami luka memar dan trauma akibat kecelakaan tersebut.

"Sabda Nur Alim menceritakan kepada saya bahwa saat kejadian dirinya duduk di kursi kedua di bagian tengah. Ia tidak tahu apa-apa lagi setelah putaran pertama, dan ketika membuka mata, ia melihat teman-temannya sudah berada di luar mobil," ungkap Miftah ketika ditemui Kamis (8/5/2025) pukul 11.00 Wita

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Gunkay Tala, Mobil Mahasiswa UIN Antasari Oleng Setelah Alami Hal Ini

Baca juga: Tiga Mahasiswa UIN Antasari Tewas di Gunung Kayangan Tala Berniat Tadabur di Pantai Angsana

Kaprodi Perbandingan Mazhab, Dr. Imam Alfiannor, juga menghubungi Sabda Nur Alim dan mendapatkan informasi bahwa ia selamat dengan luka ringan.

"Alhamdulillah, sabda Nur alim selamat, hanya luka ringan..... saya sempat telpon yang bersangkutan. Penyebab Lakalantas, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan ban pecah sehingga tidak terkendali. Semoga yang wafat mendapatkan rahmat dan magfirah Allah Subhana Wata'ala. Semoga yang selamat dan masih dalam perawatan segera pulih dan bisa mengambil i'tibar dan hikmah dari peristiwa tersebut," jelas Dr. Imam Alfiannor.

Sabda Nur Alim masih trauma dengan kejadian tersebut dan tidak bisa menceritakan kronologi kecelakaan secara lengkap. Ia hanya ingat saat membuka mata dan melihat teman-temannya sudah berada di luar mobil, dengan beberapa di antaranya tergeletak terkapar.

"Pasti trauma, karena dia berada di tengah-tengah insiden kecelakaan dan melihat teman-temannya luka juga terkapar, sepertinya dia butuh pendamping psikologis," kata Miftah

Kecelakaan maut ini mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 5 lainnya luka-luka. 7 orang terdata sebagai mahasiswa fakultas Tarbiyah (Pendidikan), Sementara Sabda Nur Alim satu-satunya mahasiswa dari Fakultas Syariah (Hukum). 

Dekan Fakultas Syariah Dr Hj Amelia Rahmaniah MH menyampaikan bela sungkawa dan rasa prihatinnya.

"Ibu Dekan langsung datang ke prodi untuk mengetahui kabar mahasiswa kami, kemudian saya hubungi dengan lodspeaker aktive dan percakapan dengan Sabda Nur Alim didengar langsung oleh Ibu Dekan," jelas Miftah.

(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman) 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved