Berita Tanahlaut

Tangani Stunting, Tanahlaut Libatkan Peran Guru PAUD Formal dan Non Formal

Sebanyak 40 orang dari tenaga pengajar PAUD formal dan non formal se-Kabupaten Tala mengikuti diklat dasar percepatan penurunan stunting

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Prokopim Setda Tala
PERCEPATAN PENUTUNAN STUNTING - Peserta Bimtek Calon Pelatih Dikkat Dasar Percepatan Penurunan Stunting Program Pengelolaan Pendidikan ceria berpose bersama Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat, Rabu silam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Berbagai daerah di Indonesia hingga sekarang terus berpacu dengan waktu untuk mengatasi stunting di wilayah masing-masing.

Begitu pula dengan daerah-daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala) yang juga bekerja keras menekan angka stunting di Tala.

Catatan media ini Sabtu (17/5/2025), penanganan stunting di daerah ini sejak beberapa tahun terakhir telah melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Juga melibatkan peran stakeholder.

Pelibatan berbagai pihak terus diperluas. Terkini, pada Rabu silam telah dilaksanakan Bimbingan Teknis Calon Pelatih Diklat Dasar Percepatan Penurunan Stunting Program Pengelolaan Pendidikan.

Baca juga: Rehab Gedung Pengadilan, PN Pelaihari Dibantu Dana Hibah Pemkab Tala Rp 7 Miliar

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala.

Peserta kegiatan tersebut sebanyak 40 orang dari tenaga pengajar PAUD formal dan non formal se-Kabupaten Tala.

Turut hadir Sekretaris GOW Tala sekaligus Ketua IGTKI, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tala, perwakilan Dinas Kesehatan Tala, Ketua Himpaudi Tala serta para Pengawas PAUD se-Tala.

Perhatian besar juga ditunjukkan Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat.

Bagi first lady Tala ini stunting tidak hanya tentang generasi bangsa yang mengalami penurunan berat badan dan gizi diusia balita/anak-anak.

Lebih dari itu juga menjadi pondasi dari kemajuan dan perkembangan suatu negara yang dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Karena persoalan stunting harus ditangani secara serius dan terpadu.

“Stunting juga berdampak pada produktivitas anak pada usia 1.000 hari pertama. Karena itu memperbaiki gizi menjadi prioritas negara saat ini dan didukung dengan makan bergizi gratis oleh Presiden Prabowo,” ucap Hj Dian.

Ia mengatakan tidak semua orang bisa menjadi guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Ini karena pola dan konsep pengajarannya berbeda jauh dengan jenjang SD, SMP dan SMA. 

Guru PAUD sebagai garda terdepan anak balita, sebutnya, harus memiliki keahlian yang dinilai susah-susah gampang. Tidak semua anak didik bisa menerima gaya belajar yang sama serta  mempunyai karakteristiknya masing-masing dalam menerima pembelajaran.

Pengajaran terhadap anak usia PAUD tidak hanya terkait ilmu pengetahuan umum, tapi juga harus mengedepankan adab, etika dan akhlak.

Tiga pilar tersebut menjadi yang utama dalam membangun karakter anak. Apalagi saat ini memasuki zaman digitalisasi.

"Apabila tidak betul-betul memahami karakter maka anak tersebut akan kecanduan dengan smartphone,” sebut Hj Dian.

Ia juga berharap melalui pelatihan tersebut para guru PAUD tidak hanya menjadi pelatih yang andal. Namun juga agen perubahan yang menggerakkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan stunting. 

Ditegaskannya, TP PKK Kabupaten Tala berkomitmen untuk terus bersinergi dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

Baca juga: Sumbermakmur Jadi Percontohan Desa BSI Klaster Peternakan Sapi, Bupati Tala Beli 1 Ekor untuk Kurban

Pihaknya meyakini intervensi yang dilakukan secara konsisten, terintegrasi dan melibatkan seluruh elemen masyarakat bakal menuai hasil yang nyata bagi perbaikan kualitas sumber daya manusia di Bumi Tuntung Pandang. 

Pemberian asupan bergizi juga terus dilakukan Pemkab Tala sejak beberapa tahun terakhir. Tak cuma pada balita, namun juga kepada ibu hamil yang mendapatkan susu secara berkala hingga beberapa bulan.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi ibu hamil juga diintensifkan guna memastikan janin yang dikandung bertumbuhkembang secara normal sehingga kelak anak yang dilahirkan juga menjadi anak sehat dan tumbuh kembang secara baik pula. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

 


 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved