Kampusiana

Uniska MAB Segera Buka Prodi Kedokteran, Tunggu Finalisasi Kerja Sama dengan RS Mitra

Rencana pembukaan Prodi Kedokteran ini telah masuk dalam tahap persiapan akhir Uniska MAB Banjarmasin

Tayang:
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Rahmadhani
BANJARMASINPOST.CO.ID/M Syaiful Riki
KEDOKTERAN - Suasana di kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) MAB Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, Minggu (29/6/2025). Uniska berencana membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) terus memperluas layanan pendidikannya.

Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran.

Rencana pembukaan Prodi Kedokteran ini telah masuk dalam tahap persiapan akhir Uniska MAB Banjarmasin.

Rektor Uniska MAB, Assoc Prof Mohammad Zainul, mengatakan pihak kampus saat ini tinggal menunggu selesainya dua proses penting untuk pengajuan resmi ke pemerintah.

“Saat ini tinggal menunggu berita acara kerja sama dengan rumah sakit mitra. Rumah sakit utama yang sudah kita siapkan adalah RSUD Anshari Saleh. Selain itu, ada dua rumah sakit lainnya yang akan menjadi rumah sakit satelit,” ujarnya, Minggu (29/6/2025).

Baca juga: Ajak Mahasiswa Bangun Narasi Positif di Medsos, Himakom FISIP Uniska Gelar Seminar Nasional

Baca juga: Diikuti Ribuan Peserta, ini Lima Prodi Paling Diminati dalam Tes Masuk Gelombang Pertama Uniska MAB

Ia menjelaskan, kerja sama ini menjadi syarat mutlak dalam pendirian Prodi Kedokteran. Rumah sakit mitra akan menjadi tempat mahasiswa kedokteran menjalani pendidikan klinik dan praktik langsung.

“Kami targetkan minggu ini semua dokumen kerja sama selesai ditandatangani. Setelah itu, kami akan unggah dokumen usulan pendirian prodi ke sistem kementerian untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.

Langkah Uniska membuka Prodi Kedokteran sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga medis di Kalsel.

Zainul menyebut, dengan dibukanya prodi ini, Uniska ingin berkontribusi pada penyediaan dokter yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memahami konteks lokal masyarakat Banua.

Jika Prodi Kedokteran resmi dibuka, maka akan menjadi program studi ke-28 yang dikelola oleh Uniska MAB. Hingga saat ini, kampus yang berdiri sejak 1981 tersebut telah memiliki 27 program studi aktif yang tersebar di berbagai disiplin ilmu.

Enam di antaranya adalah program pascasarjana, yaitu Magister Peternakan (S2), Magister Manajemen (S2), Magister Ilmu Administrasi Publik (S2), Magister Ilmu Komunikasi (S2), Magister Hukum (S2), dan Magister Administrasi Pendidikan (S2).

Sementara itu, untuk program sarjana (S1), Uniska memiliki 21 prodi yang mencakup bidang kesehatan, pertanian, teknik, pendidikan, sosial-humaniora, hingga informatika. 

Prodi-prodi tersebut seperti Kesehatan Masyarakat, Agribisnis, Peternakan, Manajemen, Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Kimia, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Olahraga, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil,  Teknik Industri, Ilmu Hukum, Ekonomi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Farmasi.

Pembukaan Prodi Kedokteran menjadi salah satu langkah konkret Uniska dalam mengembangkan institusi pendidikan tinggi berbasis Islami yang kompetitif dan adaptif terhadap tantangan zaman.

“Kami terus berupaya menambah program studi yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja, tentu dengan tetap memperhatikan mutu dan kesiapan dari sisi sumber daya manusia serta sarana prasarana,” jelas Zainul.

Ia berharap kehadiran Prodi Kedokteran di Uniska nantinya bisa memberikan akses lebih luas bagi masyarakat Kalsel dan sekitarnya untuk menempuh pendidikan di bidang kedokteran tanpa harus keluar daerah.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved