Tyrolean Traverse di Matang Keladan

WISATA KALSEL : Tips Aman Mencoba Tyrolean Traverse di Bukit Matang Kaladan

Tyrolean traverse, kini menjadi salah satu olahraga ekstrem yang sedang digemari di Bukit Matang Keladan, Kabupaten Banjar

Tayang:
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
TYROLEAN TRAVERSE-Reporter Banjarmasin Post, Syaiful Riki dibantu pemandu memakai perlengkapan standar sebelum menjajal kegiatan tyrolean traverse di Bukit Matang Kaladan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tyrolean traverse, kini menjadi salah satu olahraga ekstrem yang sedang digemari di Bukit Matang Keladan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sensasi melayang di udara dengan pemandangan alam yang memukau membuat aktivitas ini sangat menarik, terutama bagi pecinta tantangan dan petualangan.

Namun, meski terlihat seru, tyrolean traverse adalah aktivitas yang menuntut kehati-hatian dan persiapan matang.

Berikut adalah beberapa tips penting yang perlu diperhatikan bagi siapa pun yang ingin mencoba tyrolean traverse.

Baca juga: Wisata Kalsel: Sensasi Tyrolean Traverse di Matang Kaladan, Jajal Pose Backflip di Ketinggian

Pertama-tama, sangat dianjurkan untuk melakukan pemanasan sebelum memulai aktivitas.

Pemanasan ringan seperti peregangan otot dan latihan pernapasan dapat membantu mempersiapkan tubuh agar lebih siap menghadapi tekanan fisik saat meluncur di atas tali.

Ini juga mengurangi risiko cedera otot yang kerap terjadi bila risiko cedera otot yang kerap terjadi bila tubuh langsung bekerja tanpa pemanasan.

Selanjutnya, penggunaan perlengkapan yang lengkap dan standar keselamatan wajib diperhatikan. Peserta harus memakai harness yang pas, helm pelindung, carabiner, pulley, serta sarung tangan untuk melindungi tangan dari gesekan tali.

Semua peralatan ini harus dicek dengan teliti oleh tim penyelenggara yang profesional.

“Kami selalu memastikan peralatan yang digunakan peserta dalam kondisi terbaik. Keselamatan adalah prioritas utama,” kata Bara, pemandu dari Xerikart EAS.

Selain itu, sangat penting untuk mendengarkan dan mematuhi arahan pemandu selama briefing dan saat pelaksanaan.

Pemandu berpengalaman akan mengajarkan teknik meluncur yang benar, posisi tubuh yang aman, serta cara mengendalikan kecepatan saat mendekati ujung tali.

Tidak kalah penting, peserta harus memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan masing-masing.

Baca juga: Wisata Kalsel: Mengenal Tyrolean Traverse, Aktivitas Penyelamatan yang Jadi Tren Olahraga Ekstrem

Tyrolean traverse membutuhkan kondisi tubuh yang prima dan stamina yang cukup.

Aktivitas ini tidak disarankan bagi penderita penyakit jantung, pengidap asma, atau mereka yang fobia ketinggian.

Terakhir, penggunaan sistem pengamanan cadangan atau backup safety menjadi jaminan tambahan untuk mengantisipasi gangguan pada tali utama.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved