Berita Tabalong

Kondisi Cuaca tak Menentu, DKPPTPH Tabalong Ingatkan Dampak bagi Budidaya Ikan

Meski saat ini tengah memasuki musim kemarau, namun hujan masih sering turun dalam beberapa waktu terakhir, termasuk di wilayah Kabupaten Tabalong.

Penulis: Dony Usman | Editor: Edi Nugroho
Prokopim Setda Tabalong
BENIH IKAN-Penebaran benih ikan dilakukan Bupati Tabalong HM Noor Rifani dan pejabat lainnya pada kolam bioflok milik kelompok tani di Kecamatan Pugaan beberapa waktu lalu. (Arsip 2025). Kondisi Cuaca tak Menentu, DKPPTPH Tabalong Ingatkan Dampak bagi Budidaya Ikan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Meski saat ini tengah memasuki musim kemarau, namun hujan masih sering turun dalam beberapa waktu terakhir, termasuk di wilayah Kabupaten Tabalong.

BMKG menyebut anomali curah hujan yang sudah terjadi sejak Mei 2025 akan terus berlangsung dan kemarau basah ini diprediksi akan terjadi hingga Oktober 2025.

Terhadap kondisi cuaca tak menentu ini  Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortikultura  (DKPPTPH) Tabalong, mengingatkan dampak yang bisa dimunculkan.

Kepala DKPPTPH Tabalong, Fahrul Raji, pihaknya juga sudah mendapatkan arahan dari pusat untuk lakukan antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap kondisi kemarau ini.

Baca juga: Info Cuaca di Banjarmasin Minggu 13 Juli: Pagi Hari Diprediksi Cerah, Malam akan Berawan

Baca juga: Aksi Wali Kota Banjarmasin Tirukan Pacu Jalur di Sungai Banyiur, Endingnya Bikin Panik Ajudan

"Kondisi kemarau seperti ini yang bisa hujan dan panas tidak menentu ini tentu berpengaruh," katanya.

Termasuk bagaimana dalam melaksanakan budidaya perikanan dengan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang.

"Kalau di perikanan, bisa juga berpengaruh terhadap budidaya ikan, maka perlu diantisipasi," katanya.

Apabila tidak melakukan antisipasi yang tepat maka dampaknya bisa terjadi pada menurunnya hasil produksi dari budidaya ikan yang dilakukan.

Untuk itu pihaknya sudah menyampaikan kepada petani ikan atau pembudidaya agar bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang terjadi.

Misalnya, ketika akan melakukan penebaran benih, maka harus benar-benar diperhitungkan waktunya agar bisa panen dengan baik.

Termasuk untuk jumlah benih yang akan ditebar sebaiknya juga dilakukan dengan jumlah yang tidak begitu banyak agar tidak terlalu padat.

"Kalau bisa Juli Agustus ini sudah besar dan mau panen," ujarnya.

Selain itu dengan dampak musim kemarau yang menyebabkan daerah perairan mengering, ancaman terhadap keberlangsungan ekosistem ikan  juga menjadi perhatin.

Terutama terhadap aksi pencarian ikan dengan cara-cara ilegal seperti menggunakan alat setrum dan lainnya yang dapat mengancam rusaknya ekosistem perairan.

"Terhadap hal ini maka kami juga akan tingkatkan untuk melakukan pengawasan, terutama dalam ilegal fishing," katanya.

Selain itu juga tetap menggencarkan lakukan sosialisasi ke masyarakat agar dapat memahami ketentuan yang berlaku.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved