54 Tahun BPost

Rektor UIN Antasari: BPost Masih Jadi Media Lokal Terbesar, Tapi Harus Mampu Bertahan di Era Digital

Perayaan HUT ke-54 Banjarmasin Post, sejumlah tokoh dari berbagai kalangan turut menyampaikan pandangannya

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman
HADIRI OPEN HOUSE - Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Dr Mujiburrahman MA usai menghadiri open house HUT ke-54 Banjarmasin Post, Senin (4/8/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah semangat perayaan HUT ke-54 Banjarmasin Post, sejumlah tokoh dari berbagai kalangan turut menyampaikan pandangannya atas eksistensi media terbesar di Kalimantan Selatan itu. 

Salah satunya datang dari Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Dr Mujiburrahman MA, yang merupakan penulis tetap kolom opini di BPost edisi cetak setiap hari Senin.

Menurut Mujiburrahman, posisi BPost sebagai media lokal masih sangat dominan di Kalimantan Selatan, bahkan bisa dibilang juga menjangkau pembaca di Kalimantan Tengah.

“Saya kira sampai hari ini BPost masih merupakan media lokal terbesar di Kalsel, bahkan Kalimantan Tengah mungkin juga,” ujarnya saat menghadiri acara open house HUT ke-54 BPost, Senin (8/4/2025).

Menurutnya, konten yang disajikan oleh BPost, baik itu dalam bentuk cetak maupun digital selalu relevan dan memberi manfaat besar, khususnya dalam menyampaikan informasi yang berakar pada isu-isu lokal.

Baca juga: Petugas Tak Boleh Cemberut, Kelurahan Bebas Maladministrasi di Banjarbaru Harus Beri Layanan Ramah

Baca juga: Momen Haru HG P Rusdi Effendi Hadiri HUT ke-54 Banjarmasin Post, Sempat Teteskan Air Mata  

“Untuk masyarakat Kalsel, informasi yang ditampilkan BPost, baik cetak maupun elektronik, sangat memberikan wawasan dan pengetahuan. Terutama yang sifatnya lokal,” lanjutnya.

Namun, di tengah derasnya arus digitalisasi, Mujiburrahman juga menyoroti pentingnya langkah strategis yang harus ditempuh agar media seperti BPost tetap bertahan, terutama di era digital. 

“Saya berharap BPost ke depan semakin berkembang karena situasinya sekarang memang sudah sangat digital, meski cetak juga tetap ada. Perlu dipikirkan bagaimana dua konvergensi antara digital dan media cetak bisa tetap eksis,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved