Ekonomi dan Bisnis

Terdampak Efisiensi Imbas Turunnya Harga Batu Bara, 27 Pekerja di Banjar Kena PHK

Sebanyak 27 pekerja menjadi korban PHK akibat efisiensi operasional yang dilakukan sejumlah perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Banjar

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Abdul Ghani untuk Banjarmasin Post
BONGKAR MUAT-Aktivitas bongkar muat batubara di Taboneo, Tanahlaut, Kalimantan Selatan, Selasa (6/8/2025). 

BANJARMASIN POST. CO. ID, MARTAPURA - Ternyata dampak dari menurunnya harga jual batubara kini mulai dirasakan oleh sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Banjar

Sebanyak 27 pekerja menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi operasional yang dilakukan sejumlah perusahaan tambang di Kabupaten Banjar pada beberapa bulan ini.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banjar, Siti Mahmudah menjelaskan, kondisi ini turut berkontribusi terhadap angka pengangguran terbuka di daerah Kabupaten Banjar, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat mencapai 8.604 orang.

“Secara umum, angka pengangguran di Banjar dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain kenaikan jumlah angkatan kerja setiap tahun, kondisi harga batubara juga sangat berpengaruh terhadap stabilitas sektor ketenagakerjaan,” urainya, Rabu (6/8/2025).

Baca juga: Didominasi Pertambangan, Kalsel Catat PHK Tertinggi Kedua Nasional Juni 2025

Harga batu bara yang rendah memaksa sejumlah perusahaan melakukan efisiensi, termasuk dengan memangkas tenaga kerja.

Hal ini memberikan tekanan tambahan terhadap pasar kerja lokal yang sebelumnya sudah menghadapi tantangan dari sisi investasi dan kualitas sumber daya manusia.

Menanggapi situasi tersebut, Pemkab Banjar melalui Disnakertrans terus mengupayakan berbagai langkah untuk menekan angka pengangguran.

Di antaranya dengan menggelar pelatihan kerja bagi pencari kerja, menyediakan layanan informasi lowongan kerja serta mengadakan job fair guna mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung.

“Selain itu, kami juga meningkatkan layanan perlindungan tenaga kerja melalui penguatan tata kelola hubungan industrial dan ketenagakerjaan,” jelas pihak Disnakertrans.

Baca juga: Sektor Batu Bara di Kalsel Sedang Lesu, Bakal Ada Ratusan PHK dari Pertambangan di Tapin

Upaya peningkatan produktivitas kerja juga terus didorong agar para tenaga kerja memiliki kompetensi yang lebih baik dan siap bersaing di tengah tantangan ekonomi global yang masih belum stabil.

Salah satu, penambang H Adib Rahman mengaku jika harga batubara memang melesu setelah sempat adanya harga pasar dunia. Terlebih ketika konflik dagang AS dan China kemarin mengemuka," urainya. (Banjarmasinpost.co.id/ Nurcholis Huda)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved