Kabar Kalteng

Sapi Warga Jadi Incaran, Teror Buaya Muara 5 Meter di Sungai Rangkang Kotim Bikin Panik Warga

Sapi warga jadi incaran, teror buaya muara 5 Meter di Sungai Rangkang Kotim Kalteng bikin takut warga.

|
Editor: Edi Nugroho
BKSDA Kalteng
BUAYA- Ilustrasi: Buaya Muara Sungai Mentaya saat diamankan petugas BKSDA Kalteng, karena menyerang warga. Sapi Warga Jadi Incaran,  Teror Buaya Muara 5 Meter di Sungai Rangkang Kotim Bikin Panik Warga. (arsip 2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT – Sapi warga jadi incaran, teror buaya muara 5 Meter di Sungai Rangkang Kotim Kalteng bikin takut warga, Rabu (6/8/2025).

Dari keterangan warga, sudah beberapa kali terjadi serangan buaya terhadap sapi, terutama saat ternak berada di tepi pantai ketika air pasang.

BKSDA pernah melakukan kunjungan ke Desa Satiruk, khususnya ke Pantai Ceneti, untuk bertemu kepala desa dan ketua RT. 

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya memberikan imbauan agar ternak sapi dikandangkan untuk mencegah serangan buaya.

Baca juga: Bawa Sabu 396 Gram, Dua Warga Banjarmasin Ini Divonis 9 Tahun Penjara

Baca juga: Update Kebakaran di Pelambuan Banjarmasin, 24 Rumah Warga Terdampak, Sebagian Korban Mengungsi

Warga Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digemparkan oleh kemunculan seekor buaya muara berukuran raksasa di Sungai Rangkang, Rabu (6/8/2025).

Hewan buas tersebut terlihat berjemur santai di tepian sungai. 

Dari keterangan warga, panjang buaya diperkirakan lebih dari lima meter, bahkan melebihi ukuran perahu ces yang biasa digunakan nelayan setempat.

Pemandangan itu terekam video warga menggunakan ponsel. 

Rekaman tersebut kemudian menyebar cepat di media sosial dan langsung menjadi perbincangan hangat, mengingat ukurannya yang luar biasa besar.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, membenarkan bahwa Sungai Rangkang merupakan habitat alami buaya muara. 

Lokasinya berada di wilayah administrasi Desa Satiruk, sekitar setengah jam perjalanan dari desa menuju muara sungai.

“Memang sungai ini habitat buaya. Warga Desa Satiruk memelihara ternak sapi yang dilepas bebas, tidak dikandangkan, sehingga sapi-sapi tersebut sering berkeliaran sampai ke pantai,” kata Muriansyah, Senin (11/8/2025). 

Kondisi itu, lanjutnya, berpotensi mengundang buaya datang ke pantai desa. 

Muriansyah juga mengingatkan warga agar tidak membuang ikan mati atau membusuk langsung ke sungai. 

Ia berpesan, jika ada ikan hasil tangkapan yang mati akibat perangkap sebaiknya dibawa ke darat atau dikubur, karena jika dibuang ke air, dapat memancing buaya mendekat.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved